Jumat, 20 Januari 2012

Emasipatoris dan Kesadaran Semu

Perjalanan manusia di bumi meninggalkan banyak cerita dan fenomena yang tercatat dalam sejarah. Dalam suatu fenomena akan menghasilkan sebuah persepsi dari individu yang kemudian akan menghasilkan sebuah konsep. Tak sedikit dari sekian banyaknya teori sosiologi, bertolak pada suatu kejadian penting dari perjalanan panjang manusia. Teori juga bisa dikatankan sebagai pisau analisis untuk menjelaskan suatu fenomena sosial. Tidak sedikit dari mereka berlomba-lomba mengahasilkan sebuah teori dan tentunya teori itu ingin diketaui, kemudian diakui kebenarannya. Namun, tidak menutup kemungkinan relevansi dari sebuah teori dapat dipertanyakan kembali pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu timbul berbagai polemik serta diskursus untuk mempertanyakan keabsahan dan kebenaran dari bermacam teori, saling tindas (krtik) dari suatu teori terhadap teori lainnya memberikan warna tersendiri dari perjalanan ilmu sosiologi.
Emansipatoris
            Berbicara kritik, mengikatakan saya pada salah satu mata kuliah yang saat ini saya tempuh. Dinamakan sebagai teori kritik mungkin karena teori ini banyak berisi bermacam kritikan terhadap teori atau konsep yang telah ada sebelumnya. Sependek yang saya pahami teori ini memiliki tujuan emansipatoris dan praksis, artinya teori ini ingin membebaskan masyrakat dari belunggu ideologis, dogmatis dan faktor lainnya yang dapat memberikan tekanan terhadap individu. Tekanan atau belenggu akan membunuh kreativitas dari individu dan terkadang hal itu menimbulkan apa yang disebut Marx dengan kesadaran palsu. Namun, seperti yang saya utarakan di awal, bahwa ini hanya sependek pengetahuan saya, dan pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas banyak tentang teori kritik karena sekali lagi bahwa saya belum mengetahui terlalu banyak dan perlu membuka lagi bab-perbab yang berkenaan dengan pemahaman teori kritik.
            Membebaskan mungkin satu kata itu yang membuat saya bertanya, apakah bebas itu baik...? mungkin kata bebas itu lebih dekat dengan sisi humanis, artinya memanusiakan manusia, yaitu tidak ada penindasan, pengekangan dan paksaan terhadap individu. Tidak dapat dipungkiri, sering kali saya dan mungkin banyak lagi teman-teman senasip dan seperjuangan lainnya, kususnya di jurusan sosiologi angkatan 2008 yang saat ini menempuh teori kritik. Terkadang kami merasa tertekan dengan banyaknya agenda tugas yang harus diselesaikan. Masih terdengar di telinga ketika seorang teman disebelah saya berbisik saat diakhir mata kuliah teori sosiologi kritik, “apa yang harus saya fokuskan saat ini? Apakah laporan mengenai kajian atau mata kuliah ini (baca: kuliah kriti)?”.
            Perlu kita pahami bersama bahwa apa yang dimaksud dengan “Emansipatoris” disini bukan semata-mata sebagai pembebasan dari kendala-kendala sosial, seperti perbudakan, kolonialisme, kekuasaan yang menindas, tetapi juga dari kendala-kendala internal, seperti gangguan psikis dan juga “ketidaktahuan” (F.Budi Hardiman 2009). Sperti yang kita ketahui bersama bahwa kita yang menyandang status Mahasiswa memiliki tiga fungsi; yaitu Agen of change, Agen of Knowledge dan agen Agen of Control. Untuk mewujudkan tiga fungsi tersebut maka perlu kiranya seorang mahasiswa memiliki sifat kritis. Seprti yang di ungkapkan oleh tokoh sosiologi kritis sebelumnya khususnya pada Mazhab frankfrut, yaitu Adorno dan hokheimer, mereka meletakkan kaum revolusieoner (yang menciptakan revolusi) pada kaum cendikiawan dan mahasiswa. Mereka menyatakan hal tersebut karena memiliki alasan bahwa cendikiawan dan mahasiswa yang memiliki sifat kritis. Gerakan mahasiswa 1998 merupakan catatan besar dalam sejarah bangsa ini, mengenai perjuangan mahasiswa yang melawan sistem totaliter pada zaman orde baru. Pada saat itu mahasiswa mampu membuktikan bahwa mereka adalah agen perubahan, yaitu melepaskan tekanan dari orde baru menuju masyarakat yang Demokratis.
            Habermas menyatakan bahwa refleksi-diri merupakan metode yang digunakan oleh Teori Kritik. Refleksi-diri adalah “kritik” yang dapat membebaskan orang yang melakukan refleksi-diri itu dari hubungan ketergantungan (F.Budi Hardiman 2009). Untuk dikatakan sebagai orang yang kritis diperlukan refleksi dan dorongan yang memiliki kepentingan kognitif emansipatoris. Berkenaan dengan permasalahan diatas mengenai perasan saya yang beranggapan adanya paksaan atau tekanan atas agenda tugas yang terkadang terkesan sangat padat. Mungkin metode refleksi-diri saya kira cukup baik untuk menjelaskan permaslahan ini. Memberikan tugas-tugas dan diharuskan membaca buku literatur yang banyak pula terhadap mahasiwa merupakan hal yang umum, meskipun terkesan sedikit memaksa. Hal tersebut bukan berarti tanpa alsan yang jelas, karena menurut saya setiap dosen pasti memiliki kepentingan atau keingin luhur, yaitu untuk menjadikan mahasiswanya menjadi insan yang memiliki intelektual yang baik. “Dipaksa, Terpaksa, kemudian Terbiasa dan Pada akhirnya bisa” mungkin proses mengajar seperti itu yang diterapkan oleh mereka karena memang dari pihak  mahasiswa itu sendiri kurang kritis terhadap dirinya sendiri. Artinya, terkadang mahasiswa kurang malakukan refleksi-diri. Kita sebagai mahasiswa terkadang melupakan akan kepentingan, tujuan dan alasan keberadan kita di kota Jember khususnya di Universitas Jember, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu politik, jurusan sosiologi.

            Pada dasarnya tujuan kita melanjutkan jenjang pendidikan diperguruan tinggi adalah untuk mengasah intelektual kita agar lebih layak untuk dipergunakan. Akan tetapi, tujuan awal tersebut dapat dikaburkan oleh beberapa faktor dewasa ini, salah satunya adalah teknologi. Hampir semua mahasiswa pada umumnya, memiliki alat teknologi yang canggih seperti laptop. Alat itu bisa dibilang merupakan kebutuhan primer bagi mahasiswa karena digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen, akan tetapi laptop juga bisa dikatak sebagai kebutuhan sekunder karena terkadang masyarakat kita sering mengadopsi gaya hidup negara-negara maju. Kebanyakan menurut mereka teknologi melambangkan “orang maju” dan status sosial di dalam masyarakat. Artinya, kalu mau dikatakan maju harus memiliki alat teknologi. Mahasiswa gak punya laptop...? gengsi dong.....!!!!
            Adanya teknologi memang memiliki dampak positive dan negative, laptop yang kita miliki banyak mempunyai fungsi, yaitu bisa untuk mengetik, menonton film, main game dll. Namun, pada kenyataannya laptop lebih banyak digunakan untuk menonton film atau game dari pada mengetik. Misalnya akhir-akhir ini marak sekali game onlein yang tersedia di FB (facebook) ditambah dengan berlakunya jual beli cip dari permainan tersebut. Sehingga hal itu banyak menarik minat para kaula muda untuk bermain, hal tersebut didorong lagi dengan adanya  cafe yang menyediakan wifi. pesan satu gelas kopi dengan harga 5000 rupiah kita dapat onlein sepuasnya. Lebih parahnya lagi, banyak dari mereka sampai-sampai ketiduran di cafe tersebut. Mungkin inilah rute kegiatan  mahasiswa zaman sekarang, Malam Pacaran dilanjutkan dengan WIFI-an, Pagi Ketiduran, Siang ongkang-ongkang sambil rokokan , Wal Hasil Kuliah Berantakan......!!! (dan semoga semua itu hanyalah  sebuah gurauan.... hahay..... piss bro.....)
Fefleksi-diri sangat penting untuk membebaskan dari hubungan ketergantungan. Dan seperti yang dijelaskan diatas bahwa “emansipatoris” bukan semata-mata sebagai pembebasan dari kendala-kendala sosial, seperti perbudakan, kolonialisme, kekuasaan yang menindas, tetapi juga dari kendala-kendala internal, seperti gangguan psikis dan juga “ketidaktahuan”. Maka dari itu jika kita ingin dikatakan bebas, maka kita harus membebaskan diri dari ketidaktahuan, dengan mencari tahu apa yang belum kita tahuhi.  (Boleh Kritis, tapi tak Boleh Anarkis, gunakanlah rasio komunikatif)

*) Ruslan Wahyudi wasekum KPP komisariat fisipol
            

Minggu, 15 Januari 2012

“W A R U N G I L M U”


Suatu hari ketika panas terik pada siang ini begitu banyak enegi yang terserap hingga kebingungan serta pikiran yang sulit dilakukan untuk menebus sebuah perbuatan untuk meyakini bahwa hari ini saya dapat menaklukan seegala keraguan. Namun, dengan kepastian saya putuskan untuk beranjak dari tempatku untuk meluncur kesebuah warung dengan perut lapar dan akhirnya saya menempatkan diri di sebuah warung kecil di pinggiran kota yang penuh ilmu. Dan kenapa saya menyebutkan warung itu ada diantara kota yang penuh ilmu, karena warung tersebut terletak di dekat salah satu perguruan  tinggi negeri di jember. Itu sekilas  tempat warung yang saya datangi hari ini. Anehnya meski saya sering lewat di depan warung bahkan saya sering juga mampir untuk menyempatkan diri seperti hal nya untuk sekedar makan, minum , dan sejenisya yang mendukung untuk nongkrong, baru kali ini saya sadar mencoba menuliskan sebuah luapan pikiran dan sedikit menceritakan tentang apa yang saya alami ketika saya berada di warung istimewa ini .
 
 Kenapa saya berani mengungkapkan bahwa warung ini adalah warung istemewa karena menurut  beberapa kawan saya, bahwa warung ini telah melahirkan banyak orang - orang besar seperti aktivis pada zaman nya sampai orang – orang tersebut bisa menemukan jatidiri mereka. Namun kalian jangan salah presepsi karena warung ini bukanlah warung yang megah bahkan warung ini bukan sebuah lembaga maupun tempat untuk belajar secara formal tetapi warung ini memang benar – benar  warung sederhana . warung itu banyak kunjungan dari berbagai macam orang, dari masing – masing orang itu memiliki kelebihan dan pengalaman masing – masing, hingga saya berasumsi  “ bahwa warung yang saya singgahi hari ini bukan warung biasa tapi sangat luar biasa “ .
            Memang dari  sisi kondisi fisik bangunan warung itu tidak jauh beda dengan warung lainya namun yang berbuat berbeda adalah orang – orang yang datang di warung itu. Sangat luar biasa saya lihat segala aktifitas yang saya saksikan begitu banyak pikiran serta uraian kata – kata yang penuh arti dari obrolan – obrolan kecil yang sebenarnya memberikan makna yang sangat besar ( diskusi ).
            Di sela – sela aku menulis cerita dalam sebuah buku kuning, saya melihat dari arah timur datang sesosok pemuda yang membawa tas di punggungnya, dia langsung memberikan energy positif dengan senyuman yang khas untuk diberikan pada saat bertemu dengan saya. Namun sela beberapa detik pemuda itu bertanya kepada saya “ ngano apa ben lek, bik noles apa  be’en lek” artinya lagi apa kamu sekarang dik, menulis apa sekarang….. nah ini adalah sapaan  pertama yang memaksa diriku untuk berbicara dan berhenti menulis. Saya merasakan bahwa suasana warung disini sangatlah harmonis.
Dengan aktivitas itulah sering di alami oleh siapapun yang datang di warung  itu seperti sapaan yang saya terima pada hari ini adalah salah satu bentuk suasana yang menggambarkan keharmonisan dalam warung sederhana ini. Tidak hanya itu banyak aktivitas lainya seperti gurau bersama, main catur, hingga berdiskusi itulah sedikit gambarannya suasana di warung pada saat saya menemukan inspirasi untuk menulis kisah ini, dan banyak aktivitas lainya yang masih belum saya ketahui karena saya di warung ini masih belum tau banyak tentang warung sederhana ini namun dengan sedikit pengetahuan saya tentang warung ini saya sudah mendapatkan titik penting yang sangat bearti bagi saya  memang kadang manusia tidak bisa berfikiran sama namun hari ini saya merasakan bahwa saya benar -  benar mendapatkan pengalaman pertama yaitu menulis warung sederhana ini. Ini manfaat dari diri saya mungkin manfaat lainya juga bisa dirasakan oleh kawan – kwan yang lainya.   
Anehnya lagi! Warung itu mempunyai julukan yang sangat tidak asing  saya dengar setiap harinya , warung itu benar – benar bernama WARUNG MAK – NO! hehehe saya sempat bingung memberikan judul tentang tulisan saya kali ini sebelumnya saya tidak pernah bingung ketika saya menulis sesuatu dan memberi judul dan kali ini saya di bingungkan dengan judul Tulisan saya ini. Kenapa saya bingung karena saya tidak memiliki sumber yang jelas terkait warung itu setelah sekian banyak kawan saya akhirnya dari ucapan – ucapan kawan saya dan dia juga berkali kali menyebutkan “ IYA WARUNG ITU MEMANG WARUNGNYA MAK – NO “ nah saya rasa ini cocok untuk judul tulisan saya hari ini. Setelah saya mencoba basa – basi dengan logikaku akhirnya saya mencoba mendekati mak No di warung saya sedikit berdialok kecil. Sebelumnya saya penasaran dengan nenek yang satu ini dia berpenampilan sederhana namun dengan kesederhanaan dia hingga orang yang disekitarnya merasakan kenyamanannya.
            Sebenarnya saya sudah menulis banyak tentang ini namun karna mati listrik yang bikin tulisan saya kehapus semua padahal tulisan saya sebelumnya sudah cukup banyak dan lengkap namun bagi saya tidak ada halangan untuk menulis sebuah karya yang jujur. Beginilah ujian bagi orang yang ingin menulis sebuah karya tapi saya sekarang akan tetap berusaha meski ada satu ulasan yang mengatakan bahwa “penulis itu harus menggunakan etika” (Thomas L. Friedman),  namun saya membantah ulasan itu karna saya yakin bahwa ketika sesorang ingin membuat sebuah karya maka tidak ada batasannya. Dari crita saya hari ini saya menemukan titik penting yang harus saya perhatikan bahwa dengan kesederhanaan seperti mak –No kita patut menghargai bahwa sosok mak – No yang begitu sederhana namun nenek itu bisa memeberikan dampak luarbiasa terhadap apa yang dia tekuni. Ternyata ketika kesumgguhan serta kejujuran kita sebagai kesibukan sehari – hari maka kebaikan itu akan menghampiri kita meski dengan kesungguhan yang penuh perjuangan.
Mungkin ini ceritaku hari ini tentang warung M’- NO Saya yakin suatu hari nanti saya akan melanjutkan cerita ini saya akan mencari kesempatan yang sama seperti hari ini dan akan mengkaji kesempatan yang akan datang untuk yang lebih baik.
Pesan: untuk semua pelanggan dan pengunjung Mak No
M A K   N O
M = Mahasiswa
A= Akademis
K = Kritis

N = Nasionalis
O = Organisatoris

Mahasiswa harus mempunyai prestasi AKADEMIS yang baik, selalu berpikir KRITIS, dan cinta kepada tanah air (NASIONALIS). Demi mewujudkan itu semua maka semua mahasiswa disarankan untuk melakukan proses di ORGANISASI .

Foto 2298.jpg

  *) Wibi Asto Bangun - Kader HMI Komfis Angkatan 2010 sekaligus menjabat Sebagai Divisi Public Relation HIMAKES (Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial) Universitas Jember dan juga tercatat sebagai President Schoool of Democracy Divisi Malang
 


                                                                                          

Seni HMI Komisariat Fisipol


Seni merupakan salah satu bagaian yang tidak bisa dipisahkan dari perwujutan manusia unggul atau kami sebut dengan Insan Cita. Oleh karena Itu Seni tidak bisa dipisahkan dari HMI sebagai "kawah Candra dimuka" untuk menumbuhkan jiwa seni itu sendiri. Hal seperti diekspresikan dalam bentuk Pagelaran Seni yang di laksanakan oleh Komisariat Sastra. 

HMI komisariat Fisipol sebagai salah satu bagian dari "kawah Candra dimuka" mahasiswa Fisip Universitas jember, tidak ketinggalan untuk mengekspresikan jiwa Seni dengan mendelegasikan kader- kader seniman dalam acara tersebut. dari kategori yang di jadwalkan panitia, antara lain Fashion Show , Parade Band, Theatre, pembacaan Puisi, kami hampir mendelegasikan semua nomor kecuali pembacaan Puisi. 

Juara 1 Fashion Show (Rendi- Phita)
fashion show diwakili oleh saudara Rendi Mahardika, dan Saudari Phita Pramestiwi dengan membawakan konsep fashion yang diadopsi dari Jember Fashion Carnival (JFC) perpaduan budaya islam dan budaya kontemporer sangat apik dibawakan oleh mereka berdua. Budaya Islam dengan Jilbab, dikombinasikan dengan Batik serta pernak-pernik mengambarkan konsep Keanekaragaman Budaya bangsa.
persaingan sangat ketat diantara dari Komisariat Sastra, FKIP, dan Komisariat dilingkungan HMI Cabang Jember

The Yakusa Band
selain penampilan Fashion Show yang banyak mencuri perhatian pengunjung, Parade band menjadi salah satu pagelaran yang cukup meriah meskipun tidak dilombakan. Delegasi dari Komisariat Fisipol adalah Lansiasrama A.k.a Rama menempati posisi lead (melodis), Pramono menempati posisi Sentral Rhytmis (Vokal-Gitar), Aldiansyah Risky menempati posisi Drummer, sedangkan untuk additional player ada seorang musisi handal dari The Mabarena yang nota bene Ketua Bidang Penelitian, pengembangan dan pembinaan Anggota (PPPA) HMI komisariat Fisipol yaitu Aulia Kamal Altatur. Penampilan Band Dari Komfis, dengan Nama "the Yakusa" membawakan lagu "Buruh tani" yang diaransemen Ulang dengan genre Rock Alternative , selain itu The Yakusa juga membawakan lagu yang sempat bertengger di Bilboard Chart yaitu "perfect" dari Simple Plan band dari Canada yang juga diaransemen ulang sedikit Rock. penampilan dari The Yakusa, membuat Graha Insani Convention Centre - Jember manjadi histeria. tidak selesai disini penampilan dari Kader Komisariat Fisipol karena setelah penampilan band The Yakusa di susul oleh penampilan Theatre yang naskahnya ditulis oleh Ketua Umum HMI komisariat Fisipol yaitu AlfianSaktidarmanto dengan Judul "Ayu ting-ting Mencari Jodoh". teater bertemakan komedi menghibur penonton karena Skuel cerita yang secara garis besar menceritakan kisah Artis Ibukota yang sedang naik daun harus mencari pencarian cinta sejati. 

Dari acara ini, kami membuktikan bahwa kami bisa, dan semoga Inspirasi dan Kekuatan Seni mampu membangun HMI menjadi terdepan dalam pembentukan Manusia-manusia yang Unggul. []
Salam satu Jiwa, Yakusa... (Admin)

Rumah baru itu kami sebut dengan “Rumah Peradaban”

Essay lepas tentang “ruang” baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jember Komisariat Fisipol Universitas Jember.

Hari Sabtu, 07 Januari 2012 tepat ba’da isya, kami resmi meninggalkan rumah lama di jalan bangka 7 no 5 menuju rumah baru di jalan Belitung no 27. Tidak ada yang spesial dari pindahan rumah kali ini, karena seperti biasa orang pinadahan rumah, kami juga melakukan hal yang sama, berkemas, angkat-angkat properti, dan sebagainya.

Selama 3,5 tahun, kami berproses menjadi insan cita, suatu insan yang menjadi tujuan HMI. 3,5 tahun juga kami berproses menjadi keluarga yang tidak lagi di ikat oleh keturunan, etnis, golongan, jurusan tapi kami di ikat oleh HMI, diikat oleh komfis. 3,5 tahun kami ditemani rumah bangka 7 no 5 dalam berproses, dia adalah saksi dari lahirnya kaum intelegensia yang kami sebut sebagai insan cita.Di rumah bangka 7 no 5 juga, lalu lintas ide berlalu lalang, konstelasi politik, dan budaya komfis menjadikan kami, optimis menatap Indonesia yang lebih baik, optimis menjawab problem keumatan, optimis terhadap masa depan ijtihad keislaman.
Kembali ke prosesi pindahan rumah, pindahan rumah memberikan semangat baru, semangat untuk menciptakan budaya yang lebih baik dari yang selama ini ada pada rumah bangka 7 no 5. Semangat itu terwujud dari ide yang muncul untuk konsep dekorasi ruang tamu, konsep perpustakaan, koperasi kejujuran sampai pada ide untuk menata hal yang remeh temeh seperti tempat sandal harus aman agar angka kehilangan sandal berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.

Terinspirasi dari ruang diskusi seperti di Salihara, Teather utan kayu (TUK), Komunitas Bambu, dll, Ruang diskusi kami di rumah baru juga akan mengadopsi konsep Salihara dimana ruang diskusi harus “room of hope” ruang yang mengispirasi, maka dari itu foto tokoh Islam seperti Nurcholish Majid, Natsir, Lafran pane, Ahmad Wahib, atau bahkan dari Internasional seperti Malcom X, Yaser Arafat, Fazrul Rahman, Muhammad Abduh mengihasi Perpustakaan atau yang kami sebut sebagai ruang peradaban dan juga ruang diskusi di ruang tamu.

Konsep Perpustakaan juga sama, kami terinspirasi dari perpustakaan macam C20 Library di Surabaya, Perpustakaan Freedom Institute, dimana ketika masuk di hadapkan pada Quote tokoh yang menginspirasi, macam Soekarno “Beri aku 10 pemuda maka akan kurubah dunia” serta disertai koleksi yang lengkap dan up date dan yang lebih penting perpustakaan harus mempunyai trade mark.

Misalnya Perpustakaan C20 Library dengan spesifikasi Budaya jadi buku tentang budaya sangat lengkap. Begitu juga dengan Perpustakaan Freedom institute yang koleksi terlengkapnya adalah political sciences and philosophy of liberalism. Begitu juga dengan rencana perpustakaan kami, trand mark akan di desain dengan islamic, politic and Sosial Sciences. Upaya ini kami rintis dengan menggandeng beberapa institusi seperti Freedom Institute, Frederick Naumman Stiftung yang sudah menyupalai buku, begitu juga dengan sumbangan dari Alumni yang menghibahkan buku. Hal ini karena hanya dengan Iqra’, membaca, kami meneladani Rasullah. Meneladani beliau membangun Madinah.

Sangat Ambisius memang, tapi bukanya itu adalah awal dari segala hal yang baik. Sangat Utopis, tapi bukanya itu adalah yang sempurna seperti kata Aristoteles. Dari semagat yang membara itu kami beri Nama Rumah baru itu dengan Rumah peradaban. Tekad kami hanya satu, yakin usaha sampai [].
 
 
 
Rafli Zulfikar : Dept Data Anggota sekaligus Ketua Umum HIMAHI

KOMISARIAT BERKURBAN.....!!!!

Menyambut datangnya idul Adha, komisariat fisipol menggelar hajatan tahunan yaitu penyembelihan hewan kurban. hajatan ini merupakan bentuk pengabdian kami kebada masyarakat yang memang diamanahkan dalam konstitusi dan mandat tujuan HMI yaitu "Terbinanya insan Akademis, Pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT"  


pengumpulan hewan kurban kami lakukan dengan menggandeng sejumlah sponsorship dan juga para alumni HMI komisariat fisipol. Kurban kali ini kita selenggarakan di desa Sucopangepo kecamatan Jelbuk kabupaten Jember. kriteria penyelenggaraan kurban, didasarkan pada kondisi Sosio-ekonomi suatu desa, dimana sebelumnya kami menyelenggarakan di desa Silo- kabupaten Jember


YAKUSA MANIA
Penyembelihan hewan Kurban

Distribusi daging kurban kepada warga
Sejumlah persiapan seperti pengumpulan Hewan kurban, kami lakukan dengan membentuk kepanitiaan yang merupakan kader-kader unggulan HMI komisariat Fisipol. Kepanitiaan praktis menjalankan tugasnya seperti mendatangi alumni untuk berkurban sampai pada proses penyembelihan hewan kurban di desa Sucopangepo sekaligus mendistribusikan daging kepada warga desa yang berhak. pendistribusaian hewan kurban, dihadiri langsung oleh tokoh masyarakat, para alim ulama Desa, sekaligus ketua RW dan RT. Proses hajatan Kurban di akhiri dengan masak bersama sekaligus "slametan" (baca: Doa bersama) dengan seluruh warga di Masjid Setempat. harapanya semoga Acara Kurban yang merupakan bentuk pengabdian HMI kepada masyarakat bisa Istiqomah dan Diridhoi Allah SWT, Amin yaa Rabbal Alamin. 

Yakusa... tenang bung HMI tetap Jaya

Sabtu, 05 Februari 2011

SELAMAT MILAD BUAT HMI KU

Met milad. Barakallahu, moga makin istiqamah.

Doa buat organisasiku yang hari ini sedang milad

Bissmillah...
Ya Allah, kutitipkan sebuah ’kado’ untuk organisasi ijo ku HMI namanya yang milad hari ini.
Ini memang bukanlah bingkisan yang berisi barang mahal, istimewa, atau barang lainnya.
’kado’ yang tak ada harganya, bila diperhitungkan dengan nominal uang.
Tapi ’kado’ sederhana, berupa kalimat doa yang benar-benar tulus, mudah-mudahan ini menjadi sebuah kebaikan untuknya.

Rabbana, berilah segala kebaikan dan yang terbaik dalam perjalanan organisasi ini.
Bimbinglah ia selalu, agar senantiasa berada di jalan yang lurus, dan istiqamahkan dalam memperjuangkan kebenaran dibumi Indonesia ini.
Ridhailah ia, berkahi setiap langkahnya, dan jauhkan dari hal-hal yang dapat menhancurkan organisasi ini. Sehingga pada bertambahnya usia, semoga makin bertambah pula derajatnya. Amin, Allahuma amin.

Ya Rabb, Tiada Tuhan Selain Engkau.
Yang Maha Mengetahui hajat hambaNya, Engkaulah sebaik-baik pelindung, dan sebaik-baik penolong.
Kabulkan doa ini.
Dan berikan kebaikan yang sama bagi komisariat ku tercinta yaitu HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol Universitas Jember  yang mendoakannya.
Amin.


PEMBERITAHUAN BAGI KADER HMI CABANG JEMBER KOMISARIAT FISIPOL UNIVERSITAS JEMBER, BAHWA DALAM MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN ORGANISASI KITA TERCINTA INI,KOMISARIAT FISIPOL UNIVERSITAS JEMBER MENGADAKAN KAJIAN DENGAN TEMA "MASIHKAH HMI SEBAGAI KAWAH CANDRA DIMUKA?"KAJIAN TERSEBUT AKAN DILAKSANAKAN HARI SELASA TANGGAL 08 FEBRUARI 2011 PUKUL 19.00 DI KOMISARIAT FISIPOL UNEJ JALAN BANGKA 7 NO.5 JEMBER. TUNJUKKAN KECINTAAN KITA TERHADAP ORGANISASI KITA INI.YAKUSA..

Kamis, 06 Januari 2011

komfis united

Tim Futsal Komfis merupakan sebuah komunitas pecinta futsal HMI komisariat Fisipol di bawah naungan pengurus HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol Unej bidang KPP. Tidak jelas kapan berdirinya Tim Futsal ini karena tim putsal ini berawal dari permainan biasa saja namun, kini bermain futsal adalah hal yang wajib dilakukan pada saat jenuh dengan perkuliahan. Pemain tim futsal ini berisi para aktifis HMI yang mencari ilmu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember. Dalam perjalanannya tim futsal ini masih belum memiliki trophy kejuaraan, itu semua bukan karena tim futsal ini tidak hebat.eits..jangan negative thinking dulu ya…tapi itu semua lebih dikarenakan umur dari tim futsal ini masih bisa tergolong muda. Tapi penulis sangat yakin bahwa tim futsal ini memiliki progress yang cukup baik, itu semua dikarenakan tim ini berisi pemain-pemain hebat yang memiliki semangat yang cukup tinggi untuk maju.yakusa Komfis United.. In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love (mother  teresa).

 Giekz "11"

Sabtu, 25 Desember 2010

MASA PERKENALAN CALON ANGGOTA (MAPERCA)

MASA PERKENALAN CALON ANGGOTA (MAPERCA)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG JEMBER KOMISARIAT FISIPOL UNIVERSITAS JEMBER.


DASAR PEMIKIRAN

Dengan memasuki dunia modern ini berbagai dimensi harus dipersiapkan sebagai langkah konkrit untuk menghadapi tantangan globalisasi dalam era modernisasi. Perkembangan media informasi yang begitu pesat serta semakin canggih, membuat dunia seolah-olah sebuah kota kecil yang mana segala kejadian di belahan dunia lain dapat kita ketahui pada saat yang bersamaan. Setiap individu dengan individu yang lainnya selalu bersaing dalam memenuhi tuntutan hidup yang mereka cita-citakan, sehingga persaingan tidak dapat dielakkan lagi, baik itu dikalangan elite maupun dikalangan akar rumput.
Kita lihat sekarang ini banyak sekali pemuda pemudi Negara ini yang perbuatannya bisa dikatakan menyimpamg terhadap norma agama degan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, pencurian, kebebasan seksual dan lain-lain
Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember komisariat fisipol Universitas Jember yang berasaskan Islam memberikan solusi dalam penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Salah satu metode yang direalisasikan dan merupakan pogram HMI ialah menciptakan kader yang handal, berkualitas, terdedikasi di kalangan mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya yaitu dengan mengadakan kegiatan MAPERCA sebagai langkah awal untuk pembenahan leadership dan perekrutan kader yang konsisten terhadap visi misi HMI untuk mardhatillah.

NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini dinamakan Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember komisariat fisipol Universitas Jember.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari     : Senin – kamis
tanggal :1 - 4 Nopember 2010
Tempat: Jl. Bangka 7 no 5 (Komisariat fisipol unej)

MATERI DAN NARA SUMBER
Hari/Tanggal       : Senin/1 november 2010
Tema                  : Organisasi dan mahasiswa
Pemateri             : Azhari effendi
Hari/Tanggal       : Selasa/2 november 2010
Tema                  : Islam sebagai agama atau ideologi
Pemateri             : Lilik ishaq
Hari/Tanggal       : Rabu/3 november 2010
Tema                  : HMI as the second university
Pemateri             : Umaidi radi
Hari/Tanggal       : Kamis/4 november 2010 merupakan acara Puncak maperca dengan sarasehan bersama Alumni yang telah sukses dengan tujuan mengakrabkan anggota muda dengan alumni. Alumni yang hadir dalam acara puncak tersebut adalah kakanda Asmuni s.sos (kordinator Lembaga Survey Indonesia area Jawa timur) dan kakanda Anang murwanto S.sos (Anggota DPRD Jember).

Bakti sosial dalam rangka memperingati idul qurban

Kurban dalam bahasa Arab sendiri disebut dengan qurbah yang berarti mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ritual Idul Adha itu terdapat apa yang biasa disebut udlhiyah (penyembelihan hewan kurban). Pada hari itu kita menyembelih hewan tertentu, seperti domba, sapi, atau kerbau, guna memenuhi panggilan Tuhan.
Idul Adha juga merupakan refleksi atas catatan sejarah perjalanan kebajikan manusia masa lampau, untuk mengenang perjuangan monoteistik dan humanistik yang ditorehkan Nabi Ibrahim. Idul Adha bermakna keteladanan Ibrahim yang mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan.
Dalam rangka memperingati Idul adha 1431 H  HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol Universitas Jember mengadakan Bakti sosial Didusun Sumberlanas Desa Harjomulyo kecamatan Silo pada tanggal 16 – 17 november 2010. Dengan jumlah Kambing Qurban sebanyak 9 (Sembilan) ekor dan dibagikan ke 160 warga Dusun sumberlanas. Alhamdulilah acara baksos tersebut lancar…yakusa..

Sabtu, 10 Juli 2010

FINALLY :)

Asalamualaikum, kader umat dan kader bangsa yang selalu bersemangat..
Syukur alhamdulilah, setelah melalui kurang lebih 45 hari perjalanan RAK, Keluarga Besar HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol telah menentukan nahkoda barunya. Ketua Umum yang akan menjadi pucuk pimpinan keberlangsungan roda organisasi di Komfis. Saudara Alfian Saktidarmanto. 
Ketua Umum HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol periode 2010-2011
Mahasiswa FISIP Universitas Jember Jurusan Sosiologi angkatan 2007 ini memenangkan pemilihan Formatur setelah memperoleh suara lebih unggul dari kompetitornya, saudara Ahmad Alfan.
Bagi keluarga besar komfis, menang kalah bukanlah hal yang perlu diributkan. Siapapun yang terpilih, adalah yang dipercaya oleh keluarga besar untuk mengemban amanah yang mulia ini. Yang tidak kalah pentingnya adalah doa, dan dukungan dari keluarga besar, baik itu kader, alumni, maupun simpatisan.

Semoga HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol dibawah pimpinan Saudara Alfian Saktidarmanto mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih baik bagi umat dan bangsa. 
suasana pelantikan dan serah terima jabatan
Wassalammualaikum Wr. Wb

Jumat, 30 April 2010

Rapat Anggota Komisariat

RAK (Rapat Anggota Komisariat) HMI Cabang jember komisariat fisipol universitas jember, telah dimulai pada Senin, 19 April 2010 pada pukul 19.00 WIB, setelah kepengurusan periode 2009-2010 berjalan selama 14 bulan.

Kami sangat mengharapkan bahwa RAK kali ini akan menghasilkan nilai-nilai yang sangat bermanfaat bagi komisariat fisipol kedepan. Semoga pelaksanaan R A K kali ini berjalan kondusif dan dengan semangat kekeluargaan, profesional dan berfikir rasional demi keberlanjutan komisariat fisipol universitas jember kedepan.

Yang perlu dipahami, bagian terpenting dari RAK adalah bagaimana kita mengevaluasi perjalanan pengabdian satu periode kepengurusan. Suatu kekeliruan bahkan kesalahan, akan menjadi catatan penting yang patut kita koreksi bersama untuk tidak diulang dimasa mendatang. Sebaliknya kebaikan dan keberhasilan menjadi catatan "tinta emas" yang patut kita apresiasi dan kita lanjutkan.

Selamat Ber-RAK, HMI Komfis!!

Sabtu, 03 April 2010

** Jalan Jalan Sehat (dan Santai) **

Dengan penatnya semua kegiatan dan kuliah yang cukup padat, sangat menyenangkan untuk merefreshkan pikiran dari hal-hal lain, dengan jalan-jalan sehat (dan santai), selain pikiran menjadi tenang, juga badan kita menjadi bugar apalagi dengan teman-teman sekomisariat, pasti lebih mengasyikkan.


Badan semi otonom (BSO) komunitas olahraga komisariat atau lebih akrab dengan sapaan KOK yang dipimpin rossi dan kaharuddin syah, mengajak semua teman-teman komisariat untuk JJS (jalan-jalan sehat-dan santai) pada hari minggu tanggal 21 maret 2010 jam 05.30 di lingkungan unej dengan rute komisariat-kampus-komisariat.



JJS ini dikonsep dengan adanya doorprize, kartu no.undian dibagikan pada saat berjalannya jalan-jalan sehat setelah itu di undi dikomisariat plus pembagian hadiahnya. Seru banget pokoknya, setelah itu dilanjutkan dengan acara masak-masa dan makan bareng.




Dengan adanya kegiatan ini, diharap dapat lebih mengakrabkan teman-teman komisariat dengan kegiatan-kegiatan yang mengedepankan konsep kebersamaan.

Senin, 15 Maret 2010

Refleksi Pembelengguan Kebebasan Mahasiswa

oleh : Nidia Pramitha*)

Judul Buku : Amarah (Refleksi April Makassar Berdarah 1996)
Penulis : Rasmi Ridjang Sikati
Halaman : xxx + 218 hlm.
Penerbit : Ombak
Cetakan : Pertama, 2005



Jika kita dengar kata “mahasiswa”, apa yang terlintas di benak kita? Kita mungkin akan berpikir bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang memperjuangkan aspirasi masyarakat dan merupakan pengontrol bagi tata pemerintahan di negara ini. Oleh karena itu, bisakah kita bayangkan bila kebebasan mahasiswa dalam perjuangan tersebut harus dibelenggu oleh pemerintah? Tapi itulah realitas yang terjadi apada saat jaman Orde Baru berlangsung. Gambaran itulah yang akan diangkat oleh penulis Rasmi Ridjang Sikati. Dalam bukunya yang berjudul “AMARAH (April Makassar Berdarah)”, yaitu sebuah buku yang merefleksikan prosesi dan rentetan peristiwa berdarah pada tanggal 24 April 1996.

Dikisahkan, pada bulan April tahun 1996, pemerintah Kota Makassar mengeluarkan suatu surat keputusan mengenai kenaikkan tarif angkutan kota sebesar 20% dari tarif awal. Keputusan tersebut tertuang dalam SK No. 900/IV/1996. Hanya saja keputusan tidak disosialisasikan oleh pemerintah kota (khususnya adalah Wali Kota), sehingga terjadi kesalahpahaman antara pemerintah dan juga sopir angkutan kota. Akhirnya para sopir agkutan kota dengan seenaknya menaikkan tarif tersebut sampai 70%, yaitu sebesar Rp 500.

Dengan adanya tindakan yang seenaknya sendiri diambil oleh sopir angkutan kota tersebut menmbulkan keresahan pada masyarakat, karena dianggap akan sangat memberatkan perekonomian masyarakat saat itu. Hal tersebut memicu para mahasiswa perguruan tinggi di Makassar mengadakan demonstrasi besar-besaran.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Para aparat justru melukai para mahasiswa tersebut hingga jatuh tiga korban jiwa. Aparat menyerbu kampus UMI (Universitas Muslim Indonesia) untuk memburu para mahasiswa, seakan-akan mahasiswa tersebut adalah binatang buruan yang pantas mati.

Jika kita selami, buku ini sangat menarik karena dari segi penulisannya, sang penulis menggunakan metode-metode jurnalistik yang juga disertai dari keterangan-keterangan langsung oleh pihak-pihak yang bersangkutan dengan peristiwa tersebut. Selain itu, penulis juga menyertakan lampiran yang berisi tentang data korban-korban dari pihak mahasiswa dan juga aparat serta foto-foto pada saat kejadian.

Namun, buku ini bukanlah sebuah buku yang ringan untuk dibaca, karena banyak bab dan subbab yang lebih focus pada aspek hokum daripada kronologi peristiwa sendiri. Terkadang pembaca yang mungkin tidak terlalu paham atau tidak tertarik pada hokum akan merasa bosan jika membaca buku ini.

Tetapi secara keseluruhan buku ini akan menambah pengetahuan pembaca tentang peristiwa yang jarang diekspos oleh media, yang merefleksikan kebebasan mahasiswa yang terbelenggu pada saat itu. Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran yang tersirat dari buku ini.


*) kader komisariat fisipol dari Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2008, saat ini juga aktif sebagai pengurus di HIMAHI FISIP UNEJ

Senin, 22 Februari 2010

Mensakralkan Air Dan Bertahan Hidup

Oleh : Afton Ilman Huda*]

Sejauh mana kita menyayangi air
Maka sejauh itu kita berusaha bertahan hidup.
(Afton Ilman H)

Di manakah Posisi Air

Air yang merupakan sumber kehidupan seharusnya menjadi permata dalam hidup dan dijadikan barang berharga yang sangat bernilai. Berharga dan bernilainya air sungguh terjadi ketika musim kemarau di daerah Ponorogo, Trenggalek dan beberapa daerah lain atau di daerah sekitar ladang industri dan kota-kota besar. Sungguh ironi sekali betapa sulitnya memperoleh air yang layak uintuk dimanfaatkan sekaligus dikonsumsi oleh penduduk di daerah tersebut sehingga menjadi barang langka dan sangat bernilai.

Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan daerah-daerah yang notabene memiliki kaya air dan sangat mudah dimanfaankan serta dikelola manusia. Namun seringkali didaerah yang kaya air bahkan tidak perduli akan pentingnya air. Contoh sederhana mungkin sejauhmana kita rajin menghemat air rumah tangga dengan selalu menutup keran dan saluran air atau sejauhmana kita membersihkan aliran-aliran air, termasuk sungai dan selokan.

Air Dapat Menjadi Sahabat atau Monster menakutkan

Ketika membaca buku the true power of water yang ditulis Masaru Emoto msebuah buku yang didasarkan penelitian metafisika mengungkapkan makna dibalik kekuatan air. Menilik apa yang telah diteliti dan disampaikan pada buku ini mengungkapkan bahwa air akan membentuk kristal yang sangat indah jika di respon oleh hal-hal positif sedangkan akan membentuk kristal yang rusak jikalau direspon oleh ha-hal negatif.

Anda pasti sering mendengar, tahu atau mengalami secara langsung bahwa air kerap kali dipakai dalam pengobatan alternatif. Berbagai terapi pengobatan alternatif memanfaatkan air dengan diminum, digunakan mandi atau di usapkan kebagian yang mengalami sakit. Anda bisa membayangkan ketika air dibubuhi doa-doa kebaikan sehingga membentuk kristal-kristal indah yang kemudian mengalir dalam sekujur tubuh kemudian menghilangkan rasa sakit. Sungguh luar biasanya air bahkan ajaran islam mewajibkan menggunakannya untuk menyucikan diri.

Peristiwa Tsunami Aceh yang membuat Indonesia harus berduka, banjir bandang menakutkan yang menelan puluhan korban di Jember pada saat beberapa lainnya menyambut tahun baru masehi, peristiwa banjir besar yang menimpa banyak kota besar, ibu kota Jakarta atau bahkan bencana lumpur di Sidoarjo yang sampai saat ini sedang dalam penanganan semuanya adalah betapa menakutkannya air bagi hidup.

Bagaimana Keadaan Air

Menurut M. Ikhwanuddin Mawardi dalam pengukuhan sebagai profesor riset bidang hidrologi dan konservasi tanah pada pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) pada tanggal 2 Desember 2009 menyatakan bahwa kecukupan air untuk berbagai keperluan penduduk di Pulau Jawa pada tahun 2005 diperkirakan hanya mencapai 320 meter kubik per kapita per tahun. Jumlah ini hanya separuh dari yang dibutuhkan sehingga akan terjadi kerawanan yang sangat parah. Mawardi juga mengemukakan penanganan krisis air perlu komprehensif. Setidaknya ada delapan pokok pikiran sebagai langfkah komprehensif untuk menangani persoalan krisis kebutuhan pokok masyarakat tersebut, di antaranya meliputi pelaksanaan dan pengawalan kebijakan nasional, seperti menetapkan tutupan vegatsi seluas 30 persen disetiap wilayah provinsi dan kabupaten serta disarankan pengaturan jumlah dan distribusi penduduk di jawa sebab pada tahun 2007 tingkat kepadatan penduduk di jawa mencapai 864 orang per kilometer persegi atau 0.12 hektar per kapita, dibawah standar dunia yang disarankan 4.18 hektar per kapita. “ Sebanyak 81.1 juta penduduk pada tahun 2007 harus dikeluarkan dari jawa kalau ingin memenuhi standar hidup nyaman.(Kompas,2/12/2009)

Pada tahun 2007 kondisi air di Jawa sangat memprihatinkan, bagaimana dengan saat ini ketika kesadaran sangat lemah dan kepedulian untuk saling mengingatkan sangat kecil. Bisa diperkirakan berapa banyaknya bencana yang akan di akibatkan oleh perbuatan manusia tidak memandang arti penting air. Bencana yang akan di akibatkan adalah kekurangan atau mungkin kelebihan air sehingga selayaknya ada kebijakan strategis mengatur mengenai tingkat kesadaran akan pentingnya air secara hukum. Langkah ini adalah salah satu upaya dan cara penyelamatan kemaslahatan manusia.

Aksi Menyelamatkan Air

Fenomena cukup menarik terjadi di desa Sanen Rejo kabupaten Jember yang mengenal istilah selamatan Barian yakni suatu acara penghormatan terhadap air. Menurut masyarakat setempat tujuannya antara lain adalah meminta keselamatan dan meminta agar paertaniannya berhasil. Acara penghormatan ini dilakukan karena kondisi geografis desa yang di kelilingi gunung sehingga dikawatirkan terjadi longgsor serta permohona masyarakat kepada Yang Maha Kuasa untuk memperlancar pengairan di disa tersebut.

Di ibu kota dikenal Green Green Festival merupakan ajang kampanye tahunan yang untuk kedua kalinya akan diselenggarakan. Ada tujuh perusahaan yang mendukung even ini, yaitu Pertamina, PT Unilever Indonesia Tbk, Panasonic, Sinar Mas, MetroTV, Radio FeMale, dan Kompas. Green Festival 2009 yang akan diselenggarakan di jakarta 5 dan 6 Desember di Jakarta dengan tema ‘Apa yang sudah kamu lakukan…..?’

Dalam Kompas Edisi Kamis 3 Desember 2009 menyebutkan kalau Green Festival tahun lalu lebih fokus kepada pengenalan pemanasan global dan edukasi, tahun ini kami mengajak masyarakat melakukan sesuatu dalam mengurangi dampak pemanasan global. ‘ujar Ketua Pelaksana Program Green Festival, yang juga General Manager Public Relations Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho dalam jumpa pers, Rabu (2/12) di jakarta.

*) Penulis adalah Ketua Umum
HMI Cab. Jember Kom. Fisipol periode 2009-2010
Kor.Daerah ILMISPI Jawa Timur

Senin, 25 Januari 2010

futsaL (part 2-end)

Setekah melalui beberapa kali pertandingan yang melelahkan, juga ada sedikit kekacauan yang terjadi karena adanya kesalahpahaman antara panitia dengan beberapa komisariat, akhirnya kompetisi futsaL antar-komisariat se-Cabang Jember dimenangkan oLeh Komisariat Ekonomi-Unej.

Berikut kami sertakan beberapa dokumentasi seLama kegiatan..