Tampilkan postingan dengan label Kreativitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kreativitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2010

Mensakralkan Air Dan Bertahan Hidup

Oleh : Afton Ilman Huda*]

Sejauh mana kita menyayangi air
Maka sejauh itu kita berusaha bertahan hidup.
(Afton Ilman H)

Di manakah Posisi Air

Air yang merupakan sumber kehidupan seharusnya menjadi permata dalam hidup dan dijadikan barang berharga yang sangat bernilai. Berharga dan bernilainya air sungguh terjadi ketika musim kemarau di daerah Ponorogo, Trenggalek dan beberapa daerah lain atau di daerah sekitar ladang industri dan kota-kota besar. Sungguh ironi sekali betapa sulitnya memperoleh air yang layak uintuk dimanfaatkan sekaligus dikonsumsi oleh penduduk di daerah tersebut sehingga menjadi barang langka dan sangat bernilai.

Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan daerah-daerah yang notabene memiliki kaya air dan sangat mudah dimanfaankan serta dikelola manusia. Namun seringkali didaerah yang kaya air bahkan tidak perduli akan pentingnya air. Contoh sederhana mungkin sejauhmana kita rajin menghemat air rumah tangga dengan selalu menutup keran dan saluran air atau sejauhmana kita membersihkan aliran-aliran air, termasuk sungai dan selokan.

Air Dapat Menjadi Sahabat atau Monster menakutkan

Ketika membaca buku the true power of water yang ditulis Masaru Emoto msebuah buku yang didasarkan penelitian metafisika mengungkapkan makna dibalik kekuatan air. Menilik apa yang telah diteliti dan disampaikan pada buku ini mengungkapkan bahwa air akan membentuk kristal yang sangat indah jika di respon oleh hal-hal positif sedangkan akan membentuk kristal yang rusak jikalau direspon oleh ha-hal negatif.

Anda pasti sering mendengar, tahu atau mengalami secara langsung bahwa air kerap kali dipakai dalam pengobatan alternatif. Berbagai terapi pengobatan alternatif memanfaatkan air dengan diminum, digunakan mandi atau di usapkan kebagian yang mengalami sakit. Anda bisa membayangkan ketika air dibubuhi doa-doa kebaikan sehingga membentuk kristal-kristal indah yang kemudian mengalir dalam sekujur tubuh kemudian menghilangkan rasa sakit. Sungguh luar biasanya air bahkan ajaran islam mewajibkan menggunakannya untuk menyucikan diri.

Peristiwa Tsunami Aceh yang membuat Indonesia harus berduka, banjir bandang menakutkan yang menelan puluhan korban di Jember pada saat beberapa lainnya menyambut tahun baru masehi, peristiwa banjir besar yang menimpa banyak kota besar, ibu kota Jakarta atau bahkan bencana lumpur di Sidoarjo yang sampai saat ini sedang dalam penanganan semuanya adalah betapa menakutkannya air bagi hidup.

Bagaimana Keadaan Air

Menurut M. Ikhwanuddin Mawardi dalam pengukuhan sebagai profesor riset bidang hidrologi dan konservasi tanah pada pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) pada tanggal 2 Desember 2009 menyatakan bahwa kecukupan air untuk berbagai keperluan penduduk di Pulau Jawa pada tahun 2005 diperkirakan hanya mencapai 320 meter kubik per kapita per tahun. Jumlah ini hanya separuh dari yang dibutuhkan sehingga akan terjadi kerawanan yang sangat parah. Mawardi juga mengemukakan penanganan krisis air perlu komprehensif. Setidaknya ada delapan pokok pikiran sebagai langfkah komprehensif untuk menangani persoalan krisis kebutuhan pokok masyarakat tersebut, di antaranya meliputi pelaksanaan dan pengawalan kebijakan nasional, seperti menetapkan tutupan vegatsi seluas 30 persen disetiap wilayah provinsi dan kabupaten serta disarankan pengaturan jumlah dan distribusi penduduk di jawa sebab pada tahun 2007 tingkat kepadatan penduduk di jawa mencapai 864 orang per kilometer persegi atau 0.12 hektar per kapita, dibawah standar dunia yang disarankan 4.18 hektar per kapita. “ Sebanyak 81.1 juta penduduk pada tahun 2007 harus dikeluarkan dari jawa kalau ingin memenuhi standar hidup nyaman.(Kompas,2/12/2009)

Pada tahun 2007 kondisi air di Jawa sangat memprihatinkan, bagaimana dengan saat ini ketika kesadaran sangat lemah dan kepedulian untuk saling mengingatkan sangat kecil. Bisa diperkirakan berapa banyaknya bencana yang akan di akibatkan oleh perbuatan manusia tidak memandang arti penting air. Bencana yang akan di akibatkan adalah kekurangan atau mungkin kelebihan air sehingga selayaknya ada kebijakan strategis mengatur mengenai tingkat kesadaran akan pentingnya air secara hukum. Langkah ini adalah salah satu upaya dan cara penyelamatan kemaslahatan manusia.

Aksi Menyelamatkan Air

Fenomena cukup menarik terjadi di desa Sanen Rejo kabupaten Jember yang mengenal istilah selamatan Barian yakni suatu acara penghormatan terhadap air. Menurut masyarakat setempat tujuannya antara lain adalah meminta keselamatan dan meminta agar paertaniannya berhasil. Acara penghormatan ini dilakukan karena kondisi geografis desa yang di kelilingi gunung sehingga dikawatirkan terjadi longgsor serta permohona masyarakat kepada Yang Maha Kuasa untuk memperlancar pengairan di disa tersebut.

Di ibu kota dikenal Green Green Festival merupakan ajang kampanye tahunan yang untuk kedua kalinya akan diselenggarakan. Ada tujuh perusahaan yang mendukung even ini, yaitu Pertamina, PT Unilever Indonesia Tbk, Panasonic, Sinar Mas, MetroTV, Radio FeMale, dan Kompas. Green Festival 2009 yang akan diselenggarakan di jakarta 5 dan 6 Desember di Jakarta dengan tema ‘Apa yang sudah kamu lakukan…..?’

Dalam Kompas Edisi Kamis 3 Desember 2009 menyebutkan kalau Green Festival tahun lalu lebih fokus kepada pengenalan pemanasan global dan edukasi, tahun ini kami mengajak masyarakat melakukan sesuatu dalam mengurangi dampak pemanasan global. ‘ujar Ketua Pelaksana Program Green Festival, yang juga General Manager Public Relations Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho dalam jumpa pers, Rabu (2/12) di jakarta.

*) Penulis adalah Ketua Umum
HMI Cab. Jember Kom. Fisipol periode 2009-2010
Kor.Daerah ILMISPI Jawa Timur

Rabu, 20 Januari 2010

FutsaL (part 1)

Assalamualaikum,

Sejak tanggal 19 Januari 2010 lalu, Komisariat Fisipol mengadakan pertandingan futsal antar komisariat di lingkungan HMI Cabang Jember. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Pengurus Komisariat Fisipol yang dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antar komisariat, mengingat minimnya pertemuan antar komisariat yang seyogyanya difasilitasi oleh pengurus cabang. Meskipun sayang sekali bahwa tidak smua komisariat berpartisipasi dalam mengikuti kompetisi futsal ini, arena futsal ini setiap harinya didatangi oleh banyak supporter yang memberikan dukungan untuk komisariat masing masing. Sampai dengan hari ini, sudah berlangsung 4x pertandingan antara lain :

1. Komisariat Fisip (A) Vs Komisariat Fisip (B)
-> dimenangkan oLeh Komfis ( B ) dengan skor 4 : 6
2. Komisariat Fisip ( C ) Vs Komisariat Hukum
-> dimenangkan oLeh Kom Hukum dengan skor 7 : 3
3. Komisariat Ekonomi ( A ) Vs Komisariat Ibnu Khaldun
-> dimenangkan oLeh Kom Ibnu Khaldun dengan skor 3p1 : 3p2

Pertandingan akan masih terus berjalan hingga hari Sabtu, tanggal 23 Januari 2010. Nantikan perkembangan selanjutnya :)

Wassalam

* Live report using united futsal free wi-fi access*

Kamis, 14 Agustus 2008

LOMBA KARYA TULIS TENTANG TRANSFORMASI ASEAN INTER-PARLIAMENTARY (AIPO)

LOMBA KARYA TULIS TENTANG TRANSFORMASI ASEAN INTER-PARLIAMENTARY (AIPO)

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-30 Asean Inter-Parliamentary Organization (AIPO), DPR-RI menyelenggarakan Lomba Karya Tulis.
Tema: “Transformasi ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO) menjadi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA)”.
Topik:
- “AIPA Menyongsong ASEAN Community by 2020”
- “AIPA Menuju Terciptanya Parlemen ASEAN”
- “AIPA Dalam Hubungannya dengan ASEAN”
- “AIPA Menyongsong Terciptanya Inisiatif Legislasi Bersama (Common Legislative Initiative)”
- “Peranan Sekretarus General AIPA dalam memajukan AIPA”
Ketentuan:
Lomba Karya Tulis ini berlaku untuk umum.
Mengisi dan mengirim formulir pendaftaran yang dapat diakses di website resmi DPR-RI dengan alamat http://www.dpr. go.id/dpr/ bksap/pers_ release.php
Penulis menyertakan fotocopy kartu identitas yang masih berlaku
Panjang karya tulis maksimal 5 halaman A-4, diketik 1,5 spasi dengan format Times New Roman font 12, dalam bahasa Indonesia.
Karya tulis belum pernah atau tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.
Karya tulis yang sudah masuk ke Panitia tidak dapat dikembalikan dan menjadi milik Panitia.
Karya tulis diterima selambat-lambatnya pada Sabtu, 30 Juni 2007 (cap pos) dan dapat dikirim melalui email ke biro_ksap@dpr. go.id atau melalui pos ditujukan ke Panitia Lomba:
Sekretariat Organisasi Parlemen Regional
Biro Kerjasama Antar Parlemen
Sekretaris Jenderal DPR-RI
Gedung Nusantara III Lt. VI Ruang 625
Jl. Gatot Subroto – Jakarta Pusat 10270
Telp. (021) 5715 842, 5715 210, 5715 294
Fax. (021) 5715 295
Pengumuman Pemenang akan dilakukan pada pertengahan Juli 2007 dan hasilnya dapat dilihat melalui website: http://www.dpr. go.id/dpr/ bksap/pers_ release.php. Pemenang juga akan dihubungi oleh Panitia melalui telepon.
Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Penilaian Dewan Juri akan didasarkan pada originalitas ide, relevansi argumentasi, visi dan bahasa tulisan. Panitia Lomba akan memilih 3 (tiga) tulisan terbaik dengan hadiah sbb:
Juara I : Rp. 10.000.000
Juara II : Rp. 5.000.000
Juara III: Rp. 3.000.000
Pemenang lomba akan diundang untuk hadir pada perayaan hari jadi ke-30 AIPO yang akan diselenggarakan Juli 2007 di Gedung DPR-RI. Bagi pemenang dari luar Jadebotabek akan disediakan penggantian biaya transportasi domestik.
Informasi tentang ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO)/ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dapat diakses melalui website http://www.dpr. go.id/dpr/ bksap/pers_ release.php.
Sumber : KOMPAS, Senin 4 Juni 2007

Mari Uji Kemampuan Kita Dalam Menulis

Lomba Penulisan Puisi, Cerpen, Essay Bertema "Perempuan, Pluralisme dan Perdamaian"

Pusat Partisipasi Perempuan Indonesia (P3i )mengadakan lomba penulisan puisi, cerpen, essay Bertema "Perempuan, Pluralisme dan Perdamaian".
Masing-masing penulisan mendapatkan hadiah. Juara I uang tunai total (ketiga kategori) sebesar Rp.1.500.000,- untuk Juara II uang tunai total sebesar Rp.750.000,- dan Juara III mendapat hadiah menarik lainnya.
KRITERIA PESERTA
1. Peserta Warga Negara Indonesia (P/L)
2. Usia 15-35 tahun (cerpen dan puisi), Usia 17-45 tahun (essay)
3. Orisinal, merupakan gagasan baru/pemikiran kritis atau berdasarkan pengalaman penulis
4. Belum pernah dipublikasikan
5. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Naskah tulisan yang sudah dikirim menjadi hak panitia penyelenggara.
7. Naskah menggambarkan perjuangan kaum perempuan Indonesia mengupayakan perdamaian dalam masyarakat pluralis.
8. Peserta hanya mengirimkan 1 naskah untuk 1 kategori
SYARAT PENULISAN
ESSAY
* 8 – 20 halaman
* Spasi 1 ½
* Times New Roman 12
CERITA PENDEK
* 5 - 12 halaman,
* Spasi 1 ½
* Times New Roman 12
PUISI
· 1 – 3 halaman
· Spasi 1 ½
· Times New Roman 12
Batas akhir pengiriman (cap pos)
15 Juli 2007
Naskah dapat dikirimkan melalui :
Email : p3i_2004@yahoo.com
Pos ( print + disket)
Yayasan P3i , Jln Tegalan Klinik I – No. 64 RT 005/04, Palmeriam – Matraman, Jakarta Timur
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi P3i :
kontak person Yani, Septa dan Elly telpon/faks. 021 85905645 atau 0811 840 788, email p3i_2004@yahoo.co.id
Panitia Penyelenggara
Yayasan Pusat Partisipasi Perempuan Indonesia(*Jh

Masih malas menulis?

Memang agaknya sulit untuk menulis, mengapa? karena kita inginnya perfect padahal kita sendiri belum atau bahkan kurang melakukannya. Jadi cobalah menulis, jangan takut tidak ada yang baca, jangan takut tidak dipublikasikan, jangan takut merasa kurang ilmiah. Yang penting kita menulis dulu, karena dari menulis jelek itulah kita akan terus melangkah untuk menulis lebih baik. Mau langsung nulis dan langsung dipublikasikan, pasti bisa karena di komisariat pasti mau menampung dan memajang tulisan anda. Mau langsung menulis dan langsung dipublikasikan di Media, pasti juga bisa, syaratnya gampang nulis aja dulu buat Komisariat,,, karena kalau sudah banyak nulis buat komisariat suatu saat pasti akan nulis buat media.

Begini saja dech, kalau masih males nulis juga. Tulis aja di buku diary kamu sebagai pemikiran asli kamu, yang pernah kamu tulis.

Tulis, tulis, tulis.... suatu saat pasti tulisanmu akan berguna dan dimuat di media.

Dari Pemerhati Komisariat (Re)

Panduan Praktis Gaya Hidup Sehat Bagi Aktifis

Hudzaifah.org- Menjadi muslim yang kuat, tidak hanya identik dengan badan berotot layaknya Ade Rai. Sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar umat muslim menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga hal tersebut mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.

Menjadi seorang aktifis, menuntut tidak hanya beban dan tanggungjawab dakwah dan sosial yang besar. Satu tanggungjawab yang kerap terlupakan adalah hak tubuh kita sendiri untuk menjadi sehat dan kuat. Sehat dan kuat dalam artian sanggup untuk menunjang aktifitas dakwah, sosial, kerja, dan sebagainya. Tubuh kita pun memiliki hak untuk mendapat perhatian kita.

Stamina dan berat badan cenderung menjadi satu beban tersendiri bagi para aktifis pada umumnya. Stamina yang loyo dan hanya mampu bertahan dalam waktu singkat, kerap menjadi kendala dalam keseharian aktifis. Segudang aktifitas, mulai dari bangun malam untuk qiyamulail, sholat subuh, berangkat sekolah/kuliah/kerja/usaha, menghadiri syuro, rapat kepanitiaan, liqo, ke sana dan ke sini, tentu membutuhkan stamina yang mendukung. Berat badan yang kurang atau berlebihan, sangat berpengaruh kepada kesehatan dan stamina itu sendiri.

Dalam artikel pertama ini, Insya Allah akan Penulis sampaikan beberapa panduan dasar untuk mencapai kesehatan, stamina, dan berat badan yang mampu menyokong aktifitas dakwah, serta aktifitas lain dalam keseharian kita.

Hal pertama yang harus ada dalam diri kita adalah niat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi diri kita. Kesehatan fikriyah mungkin telah kita raih, dengan hidayah yang mungkin tidak kita sangka. Demikian halnya dengan kesehatan jasadiyah, yang tidak mustahil kita raih, dengan ikhtiar, dan nikmat dari Allah SWT.

Pola hidup sehat! Satu hal yang kedengarannya mudah dan dianggap telah dilakukan oleh para aktifis pada umumnya. Kenyataan yang ada, tidaklah demikian. Betapa banyak mereka yang mengaku aktifis, namun sulit untuk berjamaah subuh di Masjid, bahkan bangun kesiangan, dengan alasan lelah dan mengantuk. Lelah dan mengantuk adalah sifat bagi jasadiyah kita. Fikriyah kita memang mampu untuk melawan itu semua, namun akan menjadi sangat sulit apabila jasad ini menolak untuk melakukannya.

Pola hidup sehat, terdiri dari pola makan yang baik, olahraga teratur, dan istirahat cukup. Pada tulisan ini, hanya akan menjelaskan secara singkat mengenai ketiga hal tersebut. Penjelasan yang lebih rinci Insya Allah akan dijelaskan pada tulisan berikutnya.

Menjaga Pola Makan (Diet)
Makan merupakan cara alamiah agar jasad ini mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk beraktifitas. Singkat kata, apa yang kita makan, akan sangat berpengaruh kepada jasad, bahkan fikriyah kita. Salah kaprah tentang pengertian "Diet", yang sering mengidentikkan dengan mengurangi makan, adalah hal yang salah. Diet adalah pengaturan pola makan, yang selalu dibutuhkan dalam keseharian kita.

"Makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang." Rasululah tentunya adalah seorang ahli dalam hal pola makan. Hal tersebut sejalan dengan para ahli kesehatan kini, dimana pengaturan pola makan yang baik adalah yang mencukupi kebutuhan kalori dalam sehari. Berikut beberapa pola makan yang kerap disarankan oleh para ahli gizi dan nutrisi :
- Segera konsumsi makanan setelah bangun tidur malam. Setidaknya kurang dari 30 menit. Mengapa? Karena saat tidur, tubuh juga tetap menyerap nutrisi. Setelah tidur 4-6 jam, tubuh membutuhkan nutrisi lebih saat bangun dari tidur. Bila tidak, akan terjadi apa yang dinamakan katabolik, dimana tubuh memakan tubuh sendiri, khususnya protein otot. Hal ini sangat tidak baik karena cenderung akan menyisakan lemak tubuh. Bagi orang gemuk, tentu akan menambah komposisi lemak tubuh, dan bagi orang yang kurus, akan semakin menurunkan stamina karena otot berkurang.

- Makan setiap 4 jam, walaupun belum lapar. Ubahlah pola makan ala Indonesia (3x sehari) menjadi rutinitas yang lebih sering 4-6 kali sehari, jika mampu. Setelah 4 jam, lambung cenderung kosong, dan tubuh selalu membutuhkan nutrisi. Makanlah dalam porsi kecil. Hal ini akan menjamin tubuh memperoleh nutrisi untuk stamina, dan juga mencegah rasa lapar dan ngemil. Mereka yang kurus akan memperoleh manfaat penambahan berat badan, dan mereka yang gemuk juga memperoleh manfaat dengan pengurangan berat badan. Tentu hal-hal tersebut harus dipadu dengan olahraga yang baik.

- Perhatikan asupan nutrisi dan jenis makanan. Secara garis besar, ada tiga nutrisi pokok yang dibutuhkan yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Aturlah pola makan dengan komposisi kurang lebih karbohidrat 50%, protein 30%, dan lemak 20%. Insya Allah akan dijelaskan lebih lanjut pada tulisan berikutnya tentang masing-masing nutrisi.

"....makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al A'raaf:31)

Olahraga Teratur
Olahraga berarti mengolah raga/jasad kita agar memperoleh hak untuk sehat. Seperti awal tulisan ini, sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar umat muslim menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga hal tersebut mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.

Olahraga yang baik dan teratur diperlukan agar tubuh dapat mencapai kategori sehat. Tidak perlu berolahraga berlebihan, namun juga tidak boleh kurang. Olahraga yang baik, setidaknya adalah yang mampu membuat tubuh semakin kuat, sehat, dan berstamina.

Olahraga sangat baik, terutama bagi mereka yang merasa memiliki kekurangan atau kelebihan berat badan, karena akan berpengaruh pada pengaturan pola makan. Bagi mereka yang kurus, produksi hormon insulin dari hasil olahraga, akan memacu tubuh menyerap nutrisi dengan baik, sehingga mampu menambah berat badan dan massa otot. Bagi mereka yang kelebihan berat badan, olahraga mampu membakar lemak dan menambah massa otot.

Secara garis besar, olahraga terdiri dari dua jenis, yaitu anaerobik, dan aerobik. Aerobik berasal dari bahasa Yunani yaitu 'aero' yang berarti udara dan 'bios' yang berarti hidup. Secara harfiah, aerobik berarti hidup dengan udara (oksigen). Aktifitas aerobik dapat diartikan sebagai aktifitas dimana tubuh memerlukan banyak oksigen untuk pembentukan energi tubuh (hidup), sedang aktifitas anaerobik kurang atau membutuhkan sedikit oksigen. Contoh olahraga anaerobik adalah angkat beban, dan contoh olahraga aerobik adalah jogging. Olahraga anaerobik cenderung membakar karbohidrat sebagai energi, sedang olahraga aerobik membakar lemak sebagai energi.

Dari paraqraf di atas, jogging setelah bangun tidur sangat baik untuk membakar kelebihan lemak tubuh. Lakukanlah jogging dalam keadaan belum memperoleh asupan nutrisi apapun, kecuali air, sehingga tubuh akan membakar lemak sebagai energi. Bagi orang yang kegemukan, lakukan jogging dengan intensitas sedang (tidak terlalu cepat). Pengaturan waktu bisa 3 kali sepekan, dengan masing-masing 30-45 menit, atau 5-6 kali sepekan @10-15 menit. Bagi mereka yang kurus, lakukan dengan intensitas lebih, dalam tempo yang lebih sebentar, misal 3 kali sepekan @10-15 menit. Ingat! Jangan mengkonsumsi makanan berlebih setelah jogging. Gunakan pola makan di atas.

Jogging adalah satu contoh, masih banyak olahraga lain seperti bersepeda, permainan (sepakbola, basket, dsb), beladiri sebagai olahraga anaerobik. Untuk lebih meningkatkan kekuatan tubuh dan stamina, dapat dipadu dengan latihan beban. Latihan beban dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu atau tubuh. Alat bantu dapat berupa dumbell, barbell, atau mesin lainnya. Push-up, sit-up, squat/bending, pull-up, dsb merupakan latihan beban yang dapat dilakukan dengan tubuh. Tingkatkan intensitas latihan dengan menambah beban secara berkala, misalnya dengan meletakkan beban di punggung saat push-up, memeluk beban di dada saat sit-up, dsb. Bila memungkinkan dan mampu, dapat menggunakan peralatan beban yang umum, seperti dumbell, barbell, mesin benchpress, threadmill, stepper, dan sebagainya.

Istirahat Cukup
Istirahat yang cukup diperlukan agar tubuh dapat kembali ke kondisi normal setelah digunakan untuk beraktifitas. Istirahat terbaik adalah tidur. Tidur 4-6 jam sehari sudah lebih dari cukup. Tidur terlalu lama, akan cenderung mengganggu kesehatan. Sebagaimana dijelaskan di atas, saat tidur pun tubuh butuh nutrisi. Bila tidur terlalu lama, tubuh akan mengalami katabolik. Akibatnya, akan semakin merasa malas, tidak bertenaga, dan memboroskan waktu. Berikut beberapa tips tidur :
- Tidur dalam cahaya seredup/segelap mungkin
- Tidak tidur dalam kondisi perut kenyang, beri waktu 2 jam.
- Tidur dengan tingkat suara sehening mungkin
- Lakukan peregangan ringan sebelum tidur
- Berdoalah.

Beberapa uraian di atas, menjadi awal bagi pola hidup sehat. Diperlukan disiplin untuk dapat mencapai kondisi tubuh yang baik, peningkatan kekuatan, stamina, dan kebugaran pada umumnya. [andika]

Dalam Jalanku..

ditengah kerumunan

ku berjalan,

ku temui selembar kain hijau hitam

dalam setiap langkahku,

ku merasa dia selalu mengikutiku

dan akhirnya....

aku sampai di tempat yang ku tak tau namanya

sekian lama ku berada disana

ternyata...................

betapa indah pesonanya

betapa indah pernak-perniknya

sampai.................

akhirnya ku tenggelam dan larut bersamanya

sampai-sampai

ku tak rela meninggalkannya

terima kasih buat semuanya

tak akan ku lupa jasa-jasa perisai dalam lembaran kain yang kutemui itu..

"kisahku dalam perjalanan mencari kehidupan"(*Jh

jember, 26 Juni 07

puisi



SEPENGGAL HARAPAN

YAKUSA


Ya ALLAH

Maha mengetahui segala rahasia

Apakah berproses di HMI suatu kesalahan?

Apakah kekecewaan terhadap HMI adalah kekeliruan?

Kemanakah komitmenku terhadap HMI?

Manakah tanggung jawabku menata HMI?

Nuraniku selalu menjerit mempertanyakan apa yang telah diberikan HMI padaku?

Hati kecil berkata tiada bekal yang kudapat dari HMI

Apakah menangis ketidakpuasan terhadap komisariat suatu jawaban?

Apakah dengan mundur dari HMI suatu peemecahan?

Ya ALLAH

Jangan biarkan hati ini terbuai dalam fatamorgana semu

Ya RABBY

Jika yang aku lakukan suatu kebodohan dan kekeliruan

hilangkanlah kerisauan hati ini?

Akankah ku dapatkan suatu jawaban dari kegundahan hati ini?

Jangan biarkan hati ini terluka

Jangan biarkan hatiku terus berlabuh dalam kesedihan

Padamkanlah gejolak dalam dada ini

Penuhilah hatiku dengan cintamu ya illahi

Ya Rabbi

Berikanlah ketekunan dalam berproses di HMI

Berikanlah kesabaran tuk membangun rumah hijau

Jangan biarkan dia rusak lagi

Satukanlah persepsi menata rumah hijau yang lebih indah

Bukakanlah pintu hati kami kan kesadaran tanggung jawab terhadap kemajuan HMI

Ridhoilah hati kami sebagai kader HMI untuk bersatu

Tuk Menapaki jalan kearahmu

Dan melukiskan keindahan cintamu

Bimbinglah kami melalui detik waktu yang berjalan

Ya Illahi

Engkaulah yang mengetahui terdalam hati kami

Bersama HMI kami meniti hari nan cerah

Tanpa HMI kami tiada pembelajaran

Nurani selalu berkata Yakin Usaha Sampai

HMI proses melangkah kedepan



Salam Perjuangan


By : 4IFI3


PENGUMUMAN DARI BIDANG KPP (LOMBA MENULIS ESSAY)

PENGUMUMAN DARI BIDANG KPP

Ass. Bagi yang berminat kayaknya info ini kurang lengkap soale q terima e-mailnya juga kurang bagus attch nnya. Hub aj alamat ynag ada di bawahnya.... . Departemen Pendidikan
Nasional RI dengan bekerja sama dengan
Kedutaan Besar Republik Islam

Iran di Jakarta akan mengadakan Lomba
Penulisan Esai tentang

Iran.


Topik yang ditawarkan dalam lomba penulisa tersebut adalah:

Sistem Politik Iran
1.Bagaimana meningkatkan Hubungan Bilateral Indonesia – Iran
2.Posisi Iran di Timur Tengah
3.Teluk Persia dan kerjasama Iran dengan negara-negara Asia
4.Masalah Nuklir Iran, bagaimana kita bisa mempertahahankan hak kami
bagi teknologi nuklir yang damai.
5.Posisi Iran di Dunia Islam Timur, Barat dan
Iran
Wanita

Iran
Sistem Pendidikan

Iran

Persyaratan yang harus dipenuhi:

Naskah harus diketik dalam kertas ukuran A4 (margin 2x2x2), font
Times New Roman dengan besar huruf 12.
Panjang tulisan 15 – 20 halaman.
Keterangan lengkap mengenai penulis (nama, alamat, usia, telepon dan
email)
Batas waktu pengiriman naskah tanggal 1 Juli 2007.
Naskah dikirim melalui email ke irembjk@indo. net.id atau dikirimkan
langsung melalui pos ke Kedutaan Besar
Iran, Jl. HOS Cokroaminoto
No. 110, Menteng, Jakarta Pusat 10310.
Pengumuman pemenang tanggal 10 Juli 2007.
Untuk pemenang hadiah uang tunai yang disediakan bervariasi mulai
dari Rp.750.000 – Rp.2.000.000.

Untuk informasi lebih lanjut, peminat dapat menghubungi:

Kedutaan Besar
Iran

Jl. HOS Cokroaminoto No. 110

Menteng Jakarta Pusat

10310

Tel. 021 – 3193 1391

Fax. 310 7860

www.iranembassy. or.id

Tuan Ongkang

PUISI

Tuan Ongkang

Jauhnya perjalanan harus ditempuh dengan sampanTapi ada begitu banyak bunga-bunga yang bisa kunikmati sepanjang jalanKarena sampan yang kukayuh ini lebih suka lewat tepianAku sadar karena jalanku akan terasa lebih aman

Bisakah kau bayangkan seandainya aku berada di tengah Arus yang kuhadapi pastilah akan buatku terengahSementara sampan yang kukayuh ini tidak cukup pongah Karena kayunya mudah patah

Aku akan bersabar untuk berada di tepian Menikmati harumnya bunga rerumputanAku pun tahu pada banyak tuanYang selama ini ongkang-ongkang menertawakan perjuangan

Pada saudaraku yang berani di tengahTeruslah kau berjalan tanpa lelahAkan kukabari kau saat kita sampai tujuan Pada siapa sesungguhnya kita berjuang

Oleh: Reliyadi Jember, 29 Mei 2007


Lirik Lagu Nasyid Senada (Senandung Nasyid Dadakan)

Judul: Assalamualaikum

My sister my brother Assalamualaikum (cewek)

Don’t forget to remember Wa’alaikumsalam (cowok)

When we walk together Assalamualaikum (cewek)

And meet to the other (say!) Wa’alaikumsalam (cowok)

Ucapkan selalu salam disetiap waktu Hey !(cuap4X) My sister my brother

Ketika bertemu dengan kawan-kawanmu Don’t forget to remember

When we walk together

Assalamualaikum (cewek) And meet to the other

Wa’alaikumsalam (cowok)

Judul: I’tiraf

Wahai Tuhan Ku tak layak ke surga-Mu

Namun tak pula aku sanggup ke neraka-Mu

Ampunkan dosaku terimalah taubatku

Sesungguhnya Engakaulah pengampun dosa-dosa besar

Ilahilastulil Firdausi Ahla

Wala’aqwa ‘alanaril jahimi

Fahablitaubatan Waqfir dzunubi

Fainakago Firu Dzambil ‘adzimi

Wahai Tuhan selamatkan kami ini

Dari segala kejahatan dan kecelakaan

Dosa-dosaku bagaikan pepasir di pantai Dengan Rahmat-Mu ampunkan lah oh Tuhanku

Akulah hamba yang mengharap belas darimu (ha..haa)

Judul: Pemuda Kahfi

Dimana dicari pemuda kahfi Dimana dicari pemuda kahfi

Terasing demi kebenaran hakiki Terasing demi kebenaran hakiki

Dimana jiwa pasukan gagah berani Dimana jiwa pasukan gagah berani

Menoreh nama mulya perkasa abadi Menoreh nama mulya perkasa abadi

Baaangkitkan negeri lahirkan generasi Baangkitkan negeri lahirkan generasi

Pemuuuda harapan tumbangkan kedzaliman Pemuda harapan tumbangkan kedzaliman

Wajah dunia islam kini memburam (Allohuakbar)Dimana dicari pemuda kahfi

Cerahkan dengan darahmu Terasing demi kebenaran hakiki

Panji islam telah lama terkulai Di mana jiwa pasukan gagah berani

Menanti bangkit kepalmu Menoreh nama mulya perkasa abadi

Mengapa kau patahkan pedangmu (aaaa) Dimana dicari pemuda kahfi

Hingga musuh mampu membobol bentengmu Terasing demi kebenaran hakiki

Menjarah, menindas, dan menyiksa Dimana jiwa pasukan gagah berani

Lalu kita hanya sekedar terpana Menoreh nama mulya perkasa abadi

TENTANG PERAN KADER HMI

Desember 2007

Fungsi HMI sebagai organisasi perkaderan secara langsung menyisaratkan pada aktivitas utama organisasi ini, yaitu aktivitas pembinaan insan akademis (mahasiswa). Platform ini tersurat pada tujuan HMI yang berbunyi ’Terbinanya Insan akdemis, pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil maur yang di RidhoiAllah SWT’. Berpijak dari fungsinya sebagi organisasi perkaderan posisi dan Peran HMI dalam dunia Kemahasiswaan dan Kepemudaan di tuntut untuk menjadi yang terdepan (pelopor) baik dari segi ide maupun pelaksanaan hasil pemikiran kadernya, karena pada hakikatnya setiap individu yang berilmu tentunya pula harus melakukan kerja kemanusiaan (amal) dalam bentuk pengabdian secara nyata.

Peran HMI dalam sejarah kehidupan bangsa dan negara indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang tak terbantahkan. HMI dengan sengaja telah ikut mewarnai sejarah indonesia dengan menjalankan fungsinya sebagai organisasi kader. Cukup banyak tokoh yang telah di lahirkan dari rahim perkaderan HMI, baik itu yang berkiprah di tingkat nasional maupun lokal. Namun bukan tanpa menafikan sebuah proses alamiah yang terjadi pada manusia, dimana sesuai dengan fitrahnya manusia memiliki kecenderungan berbuat benar dan salah, banyak pula kader bangsa hasil didikan HMI yang menjadi faktor dan aktor terjadinya krisis multidimensi negeri ini. Kondisi seperti ini mengisyaratkan kepada HMI untuk senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan kualitas dan kapasitas kadernya, sehingga seorang sarjana HMI mampu berfikir dan berbuat lebih dari kalangan yang tidak pernah mengikuti perkaderan HMI.

Penyebab munculnya permasalahan HMI dalam menjalankan fungsinya secara internal adalah adanya inkonsistensi dalam menjalankan sistem perkaderan di HMI. Permasalahan ini akhirnya ber imbas kepada HMI dalam menjalankan perannya sebagai organisasi perjuangan. Tanpa adanya konsistensi yang kuat dalam melakukan peningkatan kualitas kader maka akan sangat mempengaruhi peran kejuangan HMI, hal ini juga akan mengakibatkan terjadinya efek domino terhadap HMI dalam mengembangkan missinya. Perjuangan dalam melakukan kerja kemanusian (amal) bagi seorang HMI apabila tanpa di bekali ilmu tentunya akan menjadi sebuah kesia-siaan.

Sebagai Organ dari gerakan mahasiswa perjuangan missi HMI tidak akan lepas dari dunia kampus, perkembangan jumlah perguruan tinggi dan bertamabhnya jumalh masiswa di indonesia sangat akan menunjang HMI di masa datang. Menjadi tantangan pula kemampuan HMI untuk bertahan dalam mengikuti seleksi alam persainngan antar oganisasi sejenis.

Peran HMI dalam melakunan Rekayasa sosial kebangsaan masih sangat terbuka apabila HMI mampu melahirkan kader – kader terbaiknya di bumi Indonesia, rekayasa sosial HMI menuju terwujudnya tatanan masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT tidak akan terjadi apabila HMI hanya stagnan atau bahkan dalam kemunduran. Kegagalan HMI menjalankan missinya dalam menghadapi tantangan Globalisasi Kapitalisme (neoliberalisme) akan semakin nyata ketika HMI menjadi barisan kaum kalah dengan tanpa perlawanan dari sebuah pertarungan, atau bahkan apabila HMI hanya menjadi mur dan baut penguat sistem kerja mesin kapitalisme internasional. Kegalagalan seperti ini tentunya sangat tidak di harapkan oleh generasi penerus HMI, dimana tanggung jawab kader HMI bukan sekedar kepada dirinya dan organisasi HMI sendiri, tetapi kepada umat dan bangsa.

Categories: HMI

http://insancita.wordpress.com/2007/12/28/tentang-peran-kader-hmi/

UNEK-UNEK

UNEK-UNEK

Oleh : Dida S. T *)

Komisariat Fisipol Universitas Jember, adalah salah satu komisariat terdinamis di Jember, paling tidak itu yang sering dikatakan pengurus selama berdiskusi dengan saya. Tetapi apa benar situasi dinamis masih ada di komisariat pimpinan Azhari Evendy ini? Hem….kalau dilihat dari sisi anggota, memang anggota komfis lebih banyak banyak jumlahnya dibanding komisariat lain yang ada di cabang Jember. Tetapi kenapa yang sering ada di Komisariat cuma orang-orang itu saja? Kemana anggota yang katanya lulus Latihan Kader I tersebut. Kajian rutin diadakan, tapi tetap saja hanya orang-orang yang sama. Ada apa sih sebenarnya? Apa ada yang salah dalam proses kaderisasi, apa tidak adanya program menarik dari pengurus, ataukah jangan-jangan para anggota menyesal ikut HMI. Semoga saja tidak, semoga semuanya ingin menjadi bagian dari HMI karena ingin berproses, bukan karena paksaan. Bulan budaya yang baru berakhir, nampaknya juga belum mampu mendatangkan animo anggota (seperti menonton pertandingan bola saja), sekali lagi partisipannya tetap itu-itu saja. Semoga saja semua bisa membawa maju HMI Komfis pada khususnya, meskipun tanpa kehadiran di Komisariat Bangka VII tentunya, semoga saja…..

Lalu ada kalanya ketika saya datang ke Komisariat, suasananya sunyi….Oh ternyata penghuninya sedang survey ke luar kota. Seperti kopi tanpa gula, kadang kalau mayoritas pengurus melakukan survey jadi kangen berdiskusi dengan mereka, para pengurus itu sangat intelektual, kadang bisa jadi motivasi, lagi pula ada anggapan yang muda belajar dari yang tua (senior maksudnya). Anggapan itu, bagi saya ada benarnya, pengalaman senior bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi yang muda untuk bertindak.

Wah sepertinya komfis memang dinamis. Komfis penuh dengan akademik yang brilian.

Biar bagaimanapun, yang saya rasa sampai saat ini saya merasa bangga menjadi anggota HMI, saya sudah terlanjur cinta dengan organisasi kaum intelektual ini. Karena di HMI saya mampu berproses dan belajar memiliki social responsibility. Salam YAKUZA

*) Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional ‘07


REFLEKSI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL :

Kemanakah Indonesia akan melangkah???

Oleh : Ps Reza *)

Pada tanggal 20 Mei 2008 silam, seluruh elemen dalam bangsa ini larut dalam kegembiraan menyambut datangnya Hari Kebangkitan Nasional yang genap berumur 100 tahun. Sebuah pencapaian yang fantastis bagi suatu Negara bernama Indonesia. Apalagi sebelum itu, Indonesia mendapatkan kebanggaan menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi Thomas – Uber, dimana Indonesia mencanangkan untuk merebutnya kembali dari Cina yang telah terlalu lama “mengambilnya” Suatu moment yang tepat untuk memberikan hadiah bagi bangsa yang akan merayakan suatu hajatan besar, walaupun pada akhirnya gagal dalam usahanya untuk menggoyahkan hegemoni China, event itu tetaplah dapat dianggap sebagai penyemarak dalam penyambutan Hari Kebangkitan Nasional. Maka tidaklah mengherankan, jika banyak terdapat pengharapan dan ekspektasi didalamnya, agar dapat disinergikan untuk menuju kearah Indonesia yang lebih baik .

Semua pasti telah mengetahui dasar pijakan pencanangan Hari Kebangkitan Nasional adalah hari lahirnya sebuah organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 silam. Organisasi yang lahir karena himpitan ketidakadilan dan ketidakberdayaan bangsa ini menghadapi masa Kolonial Belanda. Apakah setelah 100 tahun, bangsa ini telah berhasil melepaskan diri dari kungkungan ketidakadilan dan ketidakberdayaan seperti yang terjadi kala itu. Dengan sangat berat hati, penulis menjawab BELUM, dengan huruf besar semua yang menandakan bahwa bangsa ini belum lepas bahkan kalau boleh saya mengatakan bangsa ini masih terjajah dalam bentuk kolonial baru yang jamak disebut neo – kolonialisme yaitu dalam penjajahan ekonomi. Berikut ini adalah pencapaian buruk bangsa ini selama 100 tahun Kebangkitan Nasional. Tanpa mengesampingkan pencapaian positifnya, penulis ingin agar pencapaian buruk tersebut dapat dijadikan refleksi sehingga tidak terulang kembali nantinya

Negara ini memiliki semua syarat untuk menjadi bangsa yang besar . pertama mungkin letak yang sangat strategis diantara lintasan percaturan ekonomi dunia, kedua memiliki jumlah penduduk yang mencapai 230 juta jiwa yang mana kebanyakan termasuk dalam usia produktif dan menahbiskan diri sebagai sebagai negara kelima dalam hal kepadatan penduduk. Dari situ dapat kita lihat besarnya angkatan kerja yang dapat diorganisir untuk terus melakukan pembangunan. Dan yang terakhir mungkin Sumber Daya Alam yang kita miliki baik didarat maupun dilaut. Tambang apa yang tidak kita miliki, emas , minyak bumi, gas alam, batu bara, nikel, aspal,dll. Negara – negara lain didunia ini pasti akan iri jika melihat berapa banyak hasil alam yang diberikan oleh Allah SWT bagi negara yang sangat kita cintai. Dengan beberapa potensi yang saya sebutkan diatas tentu tidaklah naïf jika saya menyebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya. Tetapi setelah 100 tahun kebangkitan nasional, keadaan bangsa ini sungguh menyayat hati, Indonesia menjadi bangsa yang jauh dari saya harapkan, negara yang seharusnya sejajar dengan negara – negara maju, malah terperosok dalam jajaran negara berkembang ( kalau boleh saya katakan kumpulan negara miskin ). Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Filipina, Vietnam, Laos, dan beberapa negara lain dibelahan Afrika. Malaysia yang dulu belajar segalanya dari kita, kini telah jauh berlari. Sedangkan kita masih tetap berada ditempat kita memulai. Perilaku KKN yang sangat kronis, birokrasi yang berbelit – belit hingga iklim investasi yang tidak kondusif. Illegal Logging dan fishing tetap saja terjadi, penimbunan dan penjarahan semakin marak. Penduduknya semakin banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Seakan – akan ada jurang pemisah yang menganga yang membedakan keduanya. Diberbagai bidang Indonesia mengalami kemunduran. Belum lagi banyaknya bencana alam yang seakan-akan tidak mau lepas dari bangsa ini. Sedemikan complicated – nya permasalahan yang mendera bangsa ini. Inilah beberapa pencapaian buruk kita selama 100 tahun ini. Bagaimanakah hal sedemikian ini terjadi pada bangsa sebesar Indonesia? Jawabannya adalah kesalahan yang sangat berat dalam mengurus bangsa ini. Apakah Indonesiaku akan kembali disegani seperti pada zaman Pak Karno, apakah pembangunan kembali dapat berjalan lancar seperti pada zaman Pak Harto. Tentu bisa jika kita mau berusaha dan berani melakukan perubahan yang radikal.

Sehubungan dengan naiknya kembali harga BBM, penulis membatasi lingkup analisis hanya dalam masalah pertambangan kita saja, yang memang membutuhkan perhatian lebih mendalam. Dibidang pertambangan, kita memiliki segala SDA yang ada. Tetapi seperti kita ketahui dengan pasti, bahwa bukan kitalah yang memegang kendali. Seakan – akan kita adalah penonton yang hanya bisa melihat pertunjukan para perusahaan asing itu mengeruk sumber daya alam kita. Dengan alasan keterbatasan dana dan peralatan untuk pengeksplorasian, pada tahun 1975 Pak Harto memberlakukan UU Penanaman Modal Asing, dimana memperbolehkan pihak asing ikut serta dalam pengolahan SDA. Sejak itulah PT Freeport, Exxon Mobil, Shell dan MNC – MNC lainnya berbondong – bondong masuk ke Indonesia. Dan sejak itu pulalah kita kehilangan kedaulatan mengolah sumber – sumber alam untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat. Mereka membagi – bagi wilayah pertambangan seakan – akan semua itu adalah milik mereka, menunggu untuk dieksplorasi. Kenapa saya mengatakan mengeruk bukan mengeksplorasi, karena system bagi hasil yang mereka berikan sangatlah sedikit bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada sama sekali. Kita ambil contoh pertambangan di Tembagapura, yang mana kita ketahui PT Freeport sebagai operatornya. Dalam kontrak karya tersebut system bagi hasil yang mereka berikan sangat kecil dan berlaku sangat panjang (hampir 30 tahun) dan tidak mempedulikan adanya perubahan pada harga emas dan tembaga dunia. Selain itu mereka diperbolehkan untuk memperpanjang kontrak karya tersebut secara berkelanjutan. Bukankah itu sangat konyol, kitalah pemilik SDA ini, tetapi merekalah decision maker – nya. Selain itu, dari dulu hingga sekarang bagian yang diterima bangsa ini tetap sama padahal harga emas sangat tinggi pada pasaran dunia. Ketika kontrak karya tersebut sudah habis, pemerintahan SBY ketika itu berusaha menaikkan bagi hasilnya, tetapi seperti telah dapat kita pastikan hasilnya adalah NOL besar, bahkan PT Freeport mengancam balik dengan mengatakan akan membawa masalah ini ke Arbitrase Internasional. Contoh lainnya adalah Blok Cepu dimana operatornya adalah PT Exxon Mobile. Bagi hasilnya sudah lumayan bagus yaitu 45% buat Exxon dan 45% buat pemerintah dan sisanya masing – masing 5% buat pemda. Yang saya sesalkan disini adalah ketidakpercayaan pemerintah pada perusahaan dalam negeri dimana dalam hal ini Pertamina sudah menyatakan kesanggupannya sebagai operator Blok Cepu, tetapi pemerintah melalui Men ESDM Purnomo Yusgiantoro lebih memilih PT Exxon sebagai operator. Yang lebih lucu adalah Blok Natuna yang mengandung cadangan migas yang besar, bangsa ini hanya diberikan bagi hasil 0%. Dengan alasan komposisi CO2 serta tingkat kesulitan yang tinggi untuk pengeksplorasiannya, mereka membuat system bagi hasil seperti itu dan dapat ditebak pemerintahpun legowo menerimanya. Asalkan Blok tersebut segera dieksplorasi, selesailah permasalahan. Belum lagi kekonyolan – kekonyolan lainnya, seperti kita menghasilkan minyak mentah, yang kita ekspor dengan harga sangat murah, tetapi kita harus membeli dengan sangat mahal ketika minyak tersebut sudah diolah. Itukan sangat konyol, minyak dihasilkan oleh negara kita tetapi kita harus membelinya lagi dengan harga yang mahal. Alasan lama, tentang ketiadaan alat – alat dan keterbatasan SDM kembali digunakan pemerintah. Selama 63 tahun kemerdekaan bangsa ini, apa saja yang telah dilakukan pemerintah. Apakah kita akan terus menyerahkan sumber daya alam kita ini pada pihak asing. Pertanyaan besar yang mungkin juga ada dalam benak saudara sekalian? Seharusnya kita menikmati windfall profit atas kenaikan harga minyak bumi sekarang ini, yang menembus 135$ / barrel seperti negara – negara OPEC lainnya. Tetapi yang terjadi adalah kepanikan bahwa APBN akan segera jebol karena tingginya subsidi BBM yang diberikan. Hampir seperempat dari APBN kita digunakan untuk subsidi tersebut (250 triliun dari APBN kita yang sekitar 1000 triliun itu). Keputusan akhir yang dinilai rasional adalah menaikkan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi. Diakhir kata jangan heran jika hal itu yang terjadi karena bukan kitalah penentu kebijakan, tetapi pihak asing yang jelas – jelas tidak akan pernah membela kepentingan negara ini.

Tetapi janganlah kita pesimis dalam membantu pembangunan bangsa ini. Kita harus menjadikan 100 tahun Kebangkitan Nasional sebagai tolak ukur menuju bangsa Indonesia yang lebih baik. Kita perlu memberikan perhatian lebih pada kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan. Dengan cara memberikan pendidikan dan kesehatan murah yang dananya berasal dari penyitaan harta para koruptor, spekulan, pelaku illegal logging dan fishing yang kerap kali merusak bangsa ini. Karena dengan pendidikan dan kesehatan murahlah, akan tumbuh para generasi unggul yang dapat mengangkat bangsa ini. Kita serahkan harga BBM sesuai dengan harga pasar dunia sehingga kita tidak perlu dipusingkan dengan kenaikan minyak dunia dan berapa subsidi yang perlu kita keluarkan. Sekadar informasi, setiap kenaikan 1 $ / barrel, bangsa ini harus mengeluarkan 30 triliun hanya untuk subsidi. Padahal asumsi harga minyak Indonesia (ICP) hanya 105 $ / barrel. Bandingkan dengan harga minyak dunia saat ini yang melesat mencapai 135 $ / barrel. Seberapa besarkah selisihnya, itulah besaran subsidi yang harus dikeluarkan Indonesia. Dengan menyerahkan harga minyak mengikuti harga dunia, secara otomatis kita akan mendapatkan windfall profit yang signifikan jika terjadi kenaikan harga BBM dunia. Uang tersebut digunakan membiayai sektor UKM yang telah lama tenggelam agar bangsa kita ini tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan ekonomi nasional (memiliki daya saing). Membangun lapangan pekerjaan bagi ribuan pengangguran kita. Menaikkan gaji pegawai negeri, tentara serta polisi yang selama ini masih sangat kurang. Lagipula memberikan subsidi adalah pembodohan masyarakat yang membentuk masyarakat menjadi masyarakat yang malas dan memiliki ketergantungan yang tinggi. Dengan begitu akan berubah pola pikir masyarakat kita ini, karena masyarakat kita sekarang ini cenderung berpola konsumtif bukan produktif, selain itu jika harga BBM mahal, maka masyarakat akan lebih berhemat dalam gaya hidupnya. Strategi ini akan menurunkan demand akan BBM sendiri, disebabkan penghematan yang dilakukan masyarakat, sedangkan suplai kita tetap sehingga yang terjadi adalah harga BBM dalam negeri akan lebih murah karena berlaku hukum permintaan dan penawaran. Karena selama ini, yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia adalah angka permintaan yang tinggi tetapi stoknya menipis karena beberapa masalah yang menimpa beberapa negara OPEC sehingga harganyapun ikut melambung. Kemudian kita juga harus melakukan langkah radikal dalam bidang pertambangan kita ini, kalau saja Bolivia berani melakukan nasionalisasi pada seluruh perusahaan multinasional yang bercokol di negerinya, kenapa kita tidak dapat mencontohnya. Yang terakhir mungkin bangsa ini haruslah lebih PEDE atas potensi bangsanya sendiri. Dalam kasus blok Cepu adalah bukti yang sahih bahwa bangsa ini memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Jelas – jelas Pertamina sudah menyanggupi bahwa mereka siap menjadi operator tetapi pemerintah lebih setuju pada Exxon. Tidak berarti bahwa segala sesuatu yang bersifat ke – Barat – an itu lebih baik, lebih perfect. Dari rasa PEDE itulah bangsa ini perlahan tapi pasti akan menuju ke bangsa yang mandiri yang mana selama ini diidam – idamkan oleh para pendiri negara kita ini. Sudah teramat panjang perjalanan bangsa ini melintasi masa – masa kelam. Saatnya semua elemen menyatukan kekuatan untuk mendorong lokomotif pembangunan yang selama ini berhenti.

Beberapa permasalahan diatas adalah sebagian kecil potret pencapaian negatif bangsa ini dalam menyongsong 100 tahun Kebangkitan Nasional, bangsa yang sangat kerdil dan tidak mempunyai bargaining position di dunia internasional. Dan yang lebih parah lagi, kenaikan harga BBM lah yang dapat diberikan sebagai hadiah dalam menyambut 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Hadiah yang tentunya sangat amat mengejutkan dan menarik perhatian semua pihak. Happy Anniversary 100Th National Awakening, be glory always my beloved country .

*)Mahasiswa Hubungan Internasional ‘07


By HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol