Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2010

Mensakralkan Air Dan Bertahan Hidup

Oleh : Afton Ilman Huda*]

Sejauh mana kita menyayangi air
Maka sejauh itu kita berusaha bertahan hidup.
(Afton Ilman H)

Di manakah Posisi Air

Air yang merupakan sumber kehidupan seharusnya menjadi permata dalam hidup dan dijadikan barang berharga yang sangat bernilai. Berharga dan bernilainya air sungguh terjadi ketika musim kemarau di daerah Ponorogo, Trenggalek dan beberapa daerah lain atau di daerah sekitar ladang industri dan kota-kota besar. Sungguh ironi sekali betapa sulitnya memperoleh air yang layak uintuk dimanfaatkan sekaligus dikonsumsi oleh penduduk di daerah tersebut sehingga menjadi barang langka dan sangat bernilai.

Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan daerah-daerah yang notabene memiliki kaya air dan sangat mudah dimanfaankan serta dikelola manusia. Namun seringkali didaerah yang kaya air bahkan tidak perduli akan pentingnya air. Contoh sederhana mungkin sejauhmana kita rajin menghemat air rumah tangga dengan selalu menutup keran dan saluran air atau sejauhmana kita membersihkan aliran-aliran air, termasuk sungai dan selokan.

Air Dapat Menjadi Sahabat atau Monster menakutkan

Ketika membaca buku the true power of water yang ditulis Masaru Emoto msebuah buku yang didasarkan penelitian metafisika mengungkapkan makna dibalik kekuatan air. Menilik apa yang telah diteliti dan disampaikan pada buku ini mengungkapkan bahwa air akan membentuk kristal yang sangat indah jika di respon oleh hal-hal positif sedangkan akan membentuk kristal yang rusak jikalau direspon oleh ha-hal negatif.

Anda pasti sering mendengar, tahu atau mengalami secara langsung bahwa air kerap kali dipakai dalam pengobatan alternatif. Berbagai terapi pengobatan alternatif memanfaatkan air dengan diminum, digunakan mandi atau di usapkan kebagian yang mengalami sakit. Anda bisa membayangkan ketika air dibubuhi doa-doa kebaikan sehingga membentuk kristal-kristal indah yang kemudian mengalir dalam sekujur tubuh kemudian menghilangkan rasa sakit. Sungguh luar biasanya air bahkan ajaran islam mewajibkan menggunakannya untuk menyucikan diri.

Peristiwa Tsunami Aceh yang membuat Indonesia harus berduka, banjir bandang menakutkan yang menelan puluhan korban di Jember pada saat beberapa lainnya menyambut tahun baru masehi, peristiwa banjir besar yang menimpa banyak kota besar, ibu kota Jakarta atau bahkan bencana lumpur di Sidoarjo yang sampai saat ini sedang dalam penanganan semuanya adalah betapa menakutkannya air bagi hidup.

Bagaimana Keadaan Air

Menurut M. Ikhwanuddin Mawardi dalam pengukuhan sebagai profesor riset bidang hidrologi dan konservasi tanah pada pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) pada tanggal 2 Desember 2009 menyatakan bahwa kecukupan air untuk berbagai keperluan penduduk di Pulau Jawa pada tahun 2005 diperkirakan hanya mencapai 320 meter kubik per kapita per tahun. Jumlah ini hanya separuh dari yang dibutuhkan sehingga akan terjadi kerawanan yang sangat parah. Mawardi juga mengemukakan penanganan krisis air perlu komprehensif. Setidaknya ada delapan pokok pikiran sebagai langfkah komprehensif untuk menangani persoalan krisis kebutuhan pokok masyarakat tersebut, di antaranya meliputi pelaksanaan dan pengawalan kebijakan nasional, seperti menetapkan tutupan vegatsi seluas 30 persen disetiap wilayah provinsi dan kabupaten serta disarankan pengaturan jumlah dan distribusi penduduk di jawa sebab pada tahun 2007 tingkat kepadatan penduduk di jawa mencapai 864 orang per kilometer persegi atau 0.12 hektar per kapita, dibawah standar dunia yang disarankan 4.18 hektar per kapita. “ Sebanyak 81.1 juta penduduk pada tahun 2007 harus dikeluarkan dari jawa kalau ingin memenuhi standar hidup nyaman.(Kompas,2/12/2009)

Pada tahun 2007 kondisi air di Jawa sangat memprihatinkan, bagaimana dengan saat ini ketika kesadaran sangat lemah dan kepedulian untuk saling mengingatkan sangat kecil. Bisa diperkirakan berapa banyaknya bencana yang akan di akibatkan oleh perbuatan manusia tidak memandang arti penting air. Bencana yang akan di akibatkan adalah kekurangan atau mungkin kelebihan air sehingga selayaknya ada kebijakan strategis mengatur mengenai tingkat kesadaran akan pentingnya air secara hukum. Langkah ini adalah salah satu upaya dan cara penyelamatan kemaslahatan manusia.

Aksi Menyelamatkan Air

Fenomena cukup menarik terjadi di desa Sanen Rejo kabupaten Jember yang mengenal istilah selamatan Barian yakni suatu acara penghormatan terhadap air. Menurut masyarakat setempat tujuannya antara lain adalah meminta keselamatan dan meminta agar paertaniannya berhasil. Acara penghormatan ini dilakukan karena kondisi geografis desa yang di kelilingi gunung sehingga dikawatirkan terjadi longgsor serta permohona masyarakat kepada Yang Maha Kuasa untuk memperlancar pengairan di disa tersebut.

Di ibu kota dikenal Green Green Festival merupakan ajang kampanye tahunan yang untuk kedua kalinya akan diselenggarakan. Ada tujuh perusahaan yang mendukung even ini, yaitu Pertamina, PT Unilever Indonesia Tbk, Panasonic, Sinar Mas, MetroTV, Radio FeMale, dan Kompas. Green Festival 2009 yang akan diselenggarakan di jakarta 5 dan 6 Desember di Jakarta dengan tema ‘Apa yang sudah kamu lakukan…..?’

Dalam Kompas Edisi Kamis 3 Desember 2009 menyebutkan kalau Green Festival tahun lalu lebih fokus kepada pengenalan pemanasan global dan edukasi, tahun ini kami mengajak masyarakat melakukan sesuatu dalam mengurangi dampak pemanasan global. ‘ujar Ketua Pelaksana Program Green Festival, yang juga General Manager Public Relations Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho dalam jumpa pers, Rabu (2/12) di jakarta.

*) Penulis adalah Ketua Umum
HMI Cab. Jember Kom. Fisipol periode 2009-2010
Kor.Daerah ILMISPI Jawa Timur

Sabtu, 17 Oktober 2009

## Wanita dan beLa diri ##

Oleh : Kiki Winanda Putri *)

Bela diri buat cewek? Penting gak sih?

Apa pantas seorang wanita memiliki kemampuan bela diri layaknya seorang pria dan jauh dari kodratnya sebagai wanita?

Mungkin buat sebagian orang awam bakal jawab "gak pantes banget", tapi nyatannya emang begitu adanya. Zaman yang makin gak jelas kayak gini ditambah lagi orang-orang yang terkadang bisa ngelakuin hal-hal yang sifatnya mengganggu ketenangan banget , menuntut kita para cewek setidaknya untuk bisa membela diri kita sendiri ketika bahaya mengancam di sekitar kita khususnya bahaya tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang emang lagi nge-trend saat ini. Tindak kekerasan seksual perempuan bisa terjadi dimanapun. Dari studi dan statistik diketahui bahwa Pelakunya bisa datang dari lingkungan rumah (orang yang dikenal ) dan luar rumah (orang tak dikenal).

Ketakutan akan kejahatan ini akan membuat kebebasan wanita terbatas..Ketakutan ini mengakibatkan hidup kita para wanita terbelenggu. Hasilnya : " Jangan keluar malam...Gak baik, kamu kan cewek..." atau "Malam-malam begini...sendirian ?"...Itulah kata-kata yang selalu menyertai kekhawatiran lingkungan atas hak perempuan. Sikap melindungi dengan cara seperti ini, of course bisa berdampak negatif bagi kebebasan perempuan.

Sebenarnya, ada banyak banget cabang bela diri yang sifatnya gak terlalu berat dan dapat diikuti oleh wanita. Tapi masalahnya, masih banyak perempuan yang belum begitu peduli dan berminat pada cabang olah raga yang satu ini. Alasannya sih macem-macem, mungkin salah satunya adalah asumsi bahwa olahraga bela diri dapat merusak bahkan merobek selaput dara. waduhh!! Bener gak tuh??

Emang sih, selaput dara adalah selaput yang gampang robek. But, Don’t worry galz!!! Allah kan udah nyiptain manusia dengan sedemikian sempurna. So, gerakan yang dilakukan gak akan ngerusak selaput dara tersebut. Kec
uali, kalo ada faktor dari luar, misalnya jatuh kemudian vagina terkena benda yang bisa masuk liang vagina (sudut meja, dll...) baru bisa terjadi robeknya selaput dara... Kalo selaput dara bisa robek dengan mudah karena gerakan yg dilakukan, kayaknya terlalu berat deh buat jadi cewek......

So,,,kagak usah pada takut ikutan bela diri deh,,,soalnya olah raga yang satu ini selain bisa buat ngelindungi diri dari bahaya di sekitar kita, bisa juga bikin kita terhindar dari penyakit alias tambah sehat tentunya,,,kecuali pegel-pegel dikit,, eits,,tenang aja, dikit doank ini mah keciiiillll,,, anggap aja ni harga yang gak seberapa yang harus dibayar buat dapat ilmu biar bisa ngelindungi diri sendiri,,,tul gak??? So,tunggu apalagi,, sure u can do it! YAKUSA !


*) penulis adalah kader komisariat fisipol, saat ini sedang menjabat sebagai Ketua Bidang Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) FISIP Universitas Jember

Jumat, 20 Maret 2009

seLamat jaLan :)

asaLamuaLaikum viewers,

smoga tidak pernah bosan dengan kata maaf yang seLaLu muncuL di haLaman ini, karena Lambatnya kabar yang muncuL dari kami disebabkan akhir-akhir ini kami sedang dihadapkan pada berbagai permasaLahan yang mungkin biasa diaLami di awaL masa kepengurusan (hehehe,apoLogi^^)

weLL, satu buLan ini kegiatan kita bisa terbiLang cukup padat, karena ada agenda besar yang akan diadakan pada akhir minggu ini, yaitu SOSIALISASI DAN SIMULASI PEMILU 2009, sehingga perhatian cukup tercurah pada kegiatan itu, dan untuk Lebih Lengkapnya mengenai kegiatan tersebut akan kami sampaikan pada postingan berikutnya sekaLigus sebagai dokumentasi acara tersebut.

Ditengah kesibukan meLakukan peneLitian dan persiapan kegiatan sosiaLisasi, kajian rutin juga diadakan pada buLan ini oLeh beberapa bidang di komisariat Fisipol, seperti kajian mengenai perkoperasian oLeh bidang KPP, dan juga kajian mengenai kesehatan reproduksi, tepatnya mengenai permasalahan kista pada rahim yang diadakan oLeh bidang PP.

Dan tadi maLam, di komisariat tercinta, kami mengadakan semacam acara syukuran daLam rangka “perpisahan” terhadap beberapa kakak-kakak yang teLah menyeLesaikan studi-nya di Universitas Jember, antara Lain mas muhLisin, bang deny, bang Joni, mas Uut, mbak iLa, mas Dedy, mbak Rince, mBak Farijah, mbak anita, mBak aLfrina, mas Rimbo, mas Wahyu, dan beberapa Lainnya….

HaL tersebut sekaLigus merefLeksikan dengan pasti bahwa di daLam satu “Rumah” kita tercinta, yaitu HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol, pasti seLaLu dihiasi dengan penyambutan, dan juga perpisahan. Dan “Rumah” ini seLaLu menanti ‘kepuLangan’ kalian, saudara..seLamat jaLan, dan hati-hati di jaLan ^^

Selasa, 21 Oktober 2008

SERPIHAN SERPIHAN KECIL

(oleh: Pong)



Lama juga tidak merenung tentang HMI. Organisasi yg ikut serta membentuk saya (saya menghindari kata2 membesarkan karena memang saya tidak besar) menjadi Pong sekarang ini.

Kemarin teman2 pengurus berkenan berkunjung ke tempat tinggal saya di Bekasi. Satu yg saya masih ingat adalah Ino satunya lagi saya lupa namanya (maaf, bukannya saya mengecilkan anda, selain karena saya tidak besar, juga karena saya tidak bisa membuat anda jadi turun berat badan). Saya masih ingat Ino karena 2x dia berkunjung. (jangan tanya: Berarti harus min. 2x berkunjung????)

Sebagai kader HMI, maaf kalau saya masih menganggap sebagai kader dan tidak pernah merasa mantan, ada sekian unek-unek yang saya sampaikan lewat Diskusi Menjelang Tidur, yang insya Allah tidak bermaksud menggurui. Dari mulai rencana pembuatan Database Alumni, Temu kangen alumni (tapi terus terang saya tidak kangen alumni, saya lebih kangen teman2 aktifis yang BERJUANG&MENGABDI), sampai pada topik pemanfaatan teknologi: video ! silahkan tanya Ino jika ingin lebih lengkap. Tapi kali ini, saya ingin share tentang Perkaderan.

Sekian tahun saya tidak mengikuti perkembangan teman2 di komfis, tapi sebagai kader yang lama berkecimpung di lembaga perkaderan (lembaga kelas dua, karena faktanya temn2 lebih bergairah di jabatan struktur ekskutif HMI) saya masih mengidamkan kader HMI yang benar2 MEMAHAMI, MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN NIK dan NDP (istilah di zaman saya, skr sdh berubah??). yaitu filosofi kader sbg insan Pengabdi, selain akademis dan pencipta. Zaman saya, banyak yang salah memahami insan pengabdi ini, karena bagi kami waktu itu, insan pengabdi berarti setelah kita lulus kuliah dan terjun di dunia praktis. Itu SALAH TOTAL !! Bukankah A’a Gym bilang: Mulailah dari diri sendiri, dari yg kecil2, dan dari SEKARANG ! banyak yg bisa teman2 lakukan utk mengamalkannya, bisa dengan membuat RT, RW atau desa binaan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ketrampilan, dll. Atau kenapa tidak mencontoh Dik Doang, bikin sekolah alam bagi anak2 lingkungan kom, dengan dimodifikasi sedikit. Atau hal lain yang bisa kalian gali potensinya dari lingkungan sekitar. Ingat, mereka adalah “rakyat” yg sering kalian catut namanya ketika demo. Jgn jd pahlawan kemalaman yg gembar gembor demi rakyat sementara disekitar kalian tidak berbuat apa-apa. Cuma ritual 1x setahun: Baksos Idul Adha. Itu namanya Munafik Berjama’ah. Buka puasa on the road, okelah itu bagus (sedikit ngartis). Tapi banyak yg bisa dilakukan selain itu. Berilah kail jangan umpan. Ajarilah mereka utk keluar dari Comfort Zone (zona nyaman). Atau jangan2 kalian yg berada di comfort zone? Bermimpilah yg besar!!! karena dengan bermimpi kalian akan mewujudkan hal besar ! Bukankah Mars HMI (semoga tdk tertukar dg Himne HMI) baris terakhir bebunyi: Tuk Islam HMI berjuang ?!! atau skr sdh diganti: tuk Uang, tuk Kursi, dan tuk-tuk yg lain? Lalu, apakah HMI akan jadi organisasi gerakan?? Peduli setan dengan label gerakan kek, puteran kek, loncat-loncatan kek. Yg penting hasilnya. Justru dengan ini kalian akan mengeliminir pengaruh kiri/sosialis dari organisasi gerakan semacam itu ke masy. (Jangan salah: Kaum Komunis Telah Bangkit!) Karena hanya dengan melakukan itu kalian akan: 1. lebih memahami dan mengasah empati thd problem riil masy. 2. belajar menjadi pemimpin masy. 3. membantu masy. 4. menjadikan anda pribadi yang kuat, utk kelak menghadapi dunia kerja/dunia nyata. Selain tentunya niat utamanya adalah LiLlahi ta’ala. Lalu, bagaimana dengan SDMM nya? (Sumber Daya Manusia dan Money). Minta supervisi/guidance dari alumni, dan support dana juga insya Allah akan mengalir dengan sendirinya….

Semua itu sekaligus juga untuk menghindari pembelokan arah pengertian insan pengabdi. Mengabdi utk siapa? Kekuasaan? Uang? Gengsi/status? (semoga tidak ada alumni yang merasa dicemarkan…).

Insan akademis: Itu urusan kalian ya…

Insan pencipta: Menciptakan apa? kekayaan pribadi? Onar?

Galilah nilai2 luhur kitab suci HMI itu, karena HMI sejati adalah orang yg mampu mengamalkan Nilai2 tsb. Bukan yg jadi Ketum, Sekum, Kabid, dll…..

Semoga menjadi perdebatan yg bermanfaat. Salam HMI.

Rabu, 03 September 2008

Kegiatan HMI Komfis Selama Bulan Ramadhan



JADWAL KEGIATAN

”KAJIAN BULAN RAMADHAN DAN BUKA PUASA BERSAMA”

I. Kajian ,Yakni :

No.

Hari/ Tanggal

Tema

Pembicara

1.

Selasa, 2 Sept 2008

Puasa, dalam perspektif budaya bangsa

Prof.Dr.Hari Yuswadi,Msi

2.

Rabu, 3 Sept 2008

Forum Studi Mahasiswa Hubungan Internasional (FORSHI)

Agus Trihartono, M.Si

3.

Kamis, 4 Sept 2008

Kewirausahaan dalam Islam

GM. IMANDA

4.

Jumat, 5 Sept 2008

Forum Studi Mahasiswa Sosiologi (FORSOS)

Drs. Ahmad Ganefo, M.Si

5.

Sabtu, 6 Sept 2008

Internal: Pedoman Dasar Kohati

Ketua Kohati Jember

6.

Senin, 8 Sept 2008

Forum Studi Mahasiswa Administrasi Bisnis (FORMABI)

Pimp. Bank Syariah Mandiri Jember

7.

Selasa, 9 Sept 2008

Mengkaji Pasar Modal

Bursa Efek Indonesia

8.

Rabu, 10 Sept 2008

Kajian Keislaman, Menakar pahala Puasa

Ketua MUI Jember

9.

Kamis, 11 Sept 2008

Forum Studi Mahasiswa D-3 (FORMADITA)

Hari Karyadi, M.Si

10.

Jumat, 12 Sept 2008

Kajian Fiqih Wanita

Raudlatul Jannah, S.Sos

11.

Sabtu, 13 Sept 2008

Internal: Konstitusi HMI

Adi Krisna, S.Tp

12.

Senin, 15 Sept 2008

MAPERCA dan GELAR SENI

Komunitas Seni Budaya Islam (KSBI) Komfis

13.

Selasa, 16 Sept 2008

Baksos; Buka Puasa on the Road

Kader Komfis

14.

Rabu, 17 Sept 2008

Forum Studi Mahasiswa Administrasi Publik (FORMASI)

Drs. Kholik, M.Si

15.

Kamis, 18 Sept 2008

Foreign Language Community (FLC)

Bahasa Jepang

Sensei Edi

(Pengajar Bahasa Jepang)

16.

Jumat, 19 Sept 2008

Forum Studi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (FORMAKES)

Budi Santoso, MA

17.

Sabtu, 20 Sept 2008

Internal; NDP

M.Eksan, S.Ag

18.

Minggu,21 Sept 2008

Baksos; Buka Puasa on the Road

Kader Komfis

II. Sholat Maghrib dan Isya Berjamaah,

III. Sholat Tarawih Berjamaah,

IV. Tadarus dan Belajar Membaca Al-Qur’an


Sabtu, 30 Agustus 2008

Seruan Rasulullah Ketika Menjelang Ramadhan

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu ALLAH dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Memohonlah kepada ALLAH Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar ALLAH membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan ALLAH di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada ALLAH dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika ALLAH Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! ALLAH ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi ALLAH nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Sahabat-sahabat Rasulullah bertanya: "Ya Rasulullah Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, ALLAH akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, ALLAH akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, ALLAH akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, ALLAH akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, ALLAH akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunat dibulan ini, ALLAH akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, ALLAH akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Qur'an, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata: "Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama dibulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan ALLAH".

Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang ALLAH telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu'.

Barangsiapa mendekatkan diri kepada ALLAH dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.

Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan ALLAH memberikan rizqi kepada mukminin di dalamnya.

Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang." Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah SAW, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.

Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barang siapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya ALLAH mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.

Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain ALLOH dan mohon ampun kepada-Nya. Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.

Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. (HR. Ibnu Huzaimah).

Kamis, 14 Agustus 2008

Masih malas menulis?

Memang agaknya sulit untuk menulis, mengapa? karena kita inginnya perfect padahal kita sendiri belum atau bahkan kurang melakukannya. Jadi cobalah menulis, jangan takut tidak ada yang baca, jangan takut tidak dipublikasikan, jangan takut merasa kurang ilmiah. Yang penting kita menulis dulu, karena dari menulis jelek itulah kita akan terus melangkah untuk menulis lebih baik. Mau langsung nulis dan langsung dipublikasikan, pasti bisa karena di komisariat pasti mau menampung dan memajang tulisan anda. Mau langsung menulis dan langsung dipublikasikan di Media, pasti juga bisa, syaratnya gampang nulis aja dulu buat Komisariat,,, karena kalau sudah banyak nulis buat komisariat suatu saat pasti akan nulis buat media.

Begini saja dech, kalau masih males nulis juga. Tulis aja di buku diary kamu sebagai pemikiran asli kamu, yang pernah kamu tulis.

Tulis, tulis, tulis.... suatu saat pasti tulisanmu akan berguna dan dimuat di media.

Dari Pemerhati Komisariat (Re)

Kunci sukses

Lakukan kewajiban anda baru kemudian membantu pekerjaan orang lain.

Kalau anda adalah mahasiswa, pengurus organisasi, atau punya kerjaan sampingan. Maka anda harus berfikir sederhana dulu, yaitu anda punya tiga kewajiban: membaca, mengerjakan tugas bidang anda di organisasi, dan mengerjakan tugas bidang anda di perkerjaan. Kemudian anda harus sederhanakan lagi: membaca maka bacalah buku-buku mata kuliah ini harus didahulukan, tugas di organisasi maka kerjakan bagian anda, kalau gak begitu apa fungsinya job description, tugas kerjaan sampingan maka lakukan tugas-tugas utama anda dulu. Nah.... baru kalau semua tuh dah dijalanin baru kita baca buku di luar mata kuliah, baru kita bantu-bantuin tugas bidang lain, baru kita nambah pekerjaan.

Cobalah untuk melakukan langkah ini dahulu, dengan demikian anda tidak akan kecewa atau bahkan dicemooh karena meninggalkan tanggung jawab utama anda, sedih bukan kalau yang utama saja belum anda kerjakan. (Re)

Mengenal Allah Lewat Zikir dan Pikir

Kalau kita ingin mengenal kehebatan seorang arsitek, cara terbaik adalah dengan melihat bangunan yang dirancangnya. Kalau kita ingin mengenal kehebatan seorang pelukis, maka kita bisa melihat seberapa bagus kualitas lukisannya.

Begitu pula bila ingin mengenal kebesaran Allah, maka kita bisa melihat kualitas ciptaannya. Apa ciptaan Allah tersebut? Itulah alam semesta yang tercipta dan Alquran yang tertulis. Ada dua cara untuk mengenal kebesaran Allah, yaitu melalui pikir dan zikir. Pikir lebih berkaitan dengan aspek nalar. Semakin seseorang memahami ciptaan Allah, maka akan semakin sadar pula akan kebesaran Allah.

Karenanya, Alquran berulangkali merangsang manusia untuk terus memikirkan semua itu. Beberapa ungkapan Alquran yang menujukkan hal tersebut, laa allakum tattaqun, la allakum tadzkurun. Maksudnya Allah menyuruh manusia untuk melihat, merenungkan, dan mengkaji semua ciptaan-Nya. Bahkan Prof Ahmad Salaby menyebutkan bahwa seperlima kandungan Alquran berisi petunjuk agar manusia bisa mengkaji alam ini.

Kedua, manusia tidak cukup hanya mengembangkan pikir. Manusia pun perlu zikir. Tanpa zikir manusia bisa memiliki, tapi ia tidak akan menikmati. Manusia bisa sukses, tapi ia tak akan bahagia. Maka, Alquran pun mendorong kita untuk mengembangkan kemampun zikir. Zikir bisa dilakukan dengan jalan merenungkan dan menyebut kebesaran Allah.

Bila kita mampu mengembangkan dan menyeimbangkan dua hal ini dengan baik, maka kita layak disebut ulil albab. Dalam QS. Ali Imran: 190-191 disebutkan karakteristik dari ulil albab.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka". (Ems) ( )

sumber: http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=82

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

Bidadari Syurga, Ainul Mardiyah

Bidadari Syurga, Ainul Mardiyah
Oleh: http://islam.blogsome.com/

Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka"

Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."

Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.

Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."

"Assalamu’alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.

Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..."

Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".

Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad )

sumber: http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=40

Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

LEBAH MADU

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69)

Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.

Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.

Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.

Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

Pengaturan Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah

Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa.

Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.

Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.

Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.

Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.

Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?

Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.

sumber: http://www.harunyahya.com/indo/artikel/058.htm

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

OPINI

Sisi Lain Maulid Nabi; Sebuah Rekonstruksi Makna1

Oleh: Lilik Ishaq2



"Minggu pagi ini kami menjalankan ritual yang dikenal dengan nama Nyiram Gong Sekati. Dalam ritual ini, gamelan pusaka Keraton Kanoman dibersihkan dengan air yang diambil dari sumur Masjid Agung Keraton Kanoman, dan diurapi dengan bunga tujuh warna, digosok pula dengan serabut kelapa yang dilumuri tanah," kata Sekretaris II Yayasan Famili Kesultanan Kanoman Cirebon RM Arief Rahman, Minggu kemarin di Keraton Kanoman Cirebon.

Hiruk-pikuk manusia pun mengiringi upacara Nyiram Gong Sekati yang dimulai Minggu pukul 09.00, dan diawasi para abdi dalem serta putra dari Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emirudin (putra mahkota Sultan Kanoman XI) (Peringatan Maulid Nabi saw. Di Cirebon, Kompas, Senin, 18 April 2005)

Masyarakat telah memenuhi halaman Masjid Agung Surakarta sejak pukul 08.30. Upacara diawali dengan dikeluarkan dua pasang gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari dari Masjid Agung yang diarak menuju ke Keraton Surakarta. Selama sepekan, kedua perangkat gamelan pusaka itu ditabuh sebagai bagian dari ritual Sekaten di dua bangsal masjid.

Pukul 10.30, iring-iringan enam gunungan dan abdi dalem sampai di halaman masjid. Arak-arakan tersebut didahului dengan barisan, antara lain rombongan musik, prajurit Tamtama, Sarageni, Prawiro Anom, Jayeng Astro, Darapati, Joyo Suro, Baki, dan Panyutro.

Barisan terakhir terdiri dari pengageng dan abdi dalem keraton, termasuk di dalamnya Pengageng Parentah Keraton Surakarta GPH Dipokusumo.

Di bagian belakang, sejumlah prajurit beramai-ramai mengusung gunungan jaler dan estri.

Gunungan jaler berisi hasil bumi berupa sayur-sayuran seperti kacang panjang dan terung. Sementara gunungan estri berisi makanan matang seperti rengginang

Keenam gunungan itu dibagi dalam dua bagian. Satu pasang diperebutkan masyarakat di Kamandungan Keraton, sedangkan dua pasang diarak ke Masjid Agung.

Dua pasang gunungan diusung melewati Bangsal Sitihinggil, yang biasa dipakai sebagai tempat penobatan raja, dan Alun-alun Utara menuju Masjid Agung Surakarta. Di tempat itulah dua pasang gunungan didoakan bersama.

Dalam doa bersama itu, KRT Pudjodipuro memanjatkan permohonan bagi keselamatan negara Indonesia, khususnya rakyat Kota Solo dalam menempuh masa depan.

Namun, sesaat sebelum doa selesai dipanjatkan, dua pasang gunungan tadi langsung diperebutkan oleh masyarakat. Begitu pula yang terjadi di Kamandungan. Makanan yang diperebutkan itu dipercaya dapat membawa berkah bagi yang mendapatkannya (Peringatan Maulid Nabi saw. Di Solo, Kompas, Sabtu, 17 Mei 2003).

Itu adalah salah satu gambaran bagaiamana maulid nabi dirayakan. Begitu unik, beragam, estetis, berbau borjuis, dan tentu saja kulturalistik. Mungkin di rumah Anda memiliki cara lain dalam merayakan maulid nabi ini—tentunya bergantung pada budaya setempat.

Kalau kita telaah lebih dalam, kita telah, entah disadari atau tidak, lebih disuguhi sebuah hidangan kultural dari pada ritual agama. Dengan menyiram Gong Sekati orang kemudian terbius di dalamnya, menghayalkan keajaiban turun dari langit, kedamaian, masa depan yang cerah dan sebagainya. Kita tidak sadar telah dibawa ke ruang hampa dimana nilai kultural diformulasikan sedemikian rupa kemudian menjelma merepresentasikan nilai-nilai kultural. Makna dibalik prosesi itu kemudian ditafsirkan sedemikian rupa mengikuti alur sebuah prosesi. Layaknya prosesi akad nikah, tatkala mempelai laki-laki mencium kening mempelai perempuan dibayangkan sebagai ”selimut asmara” telah mengalir dari kedunya yang akan memberikan kebahagiaan hidup bagi mereka. Menampilkan yang simbolistik untuk menarik sebuah realitas.

Iring-iringan tumpukan makanan yang berbentuk gunung dan abdi dalem, yang sebelumnya didahului rombongan musik, prajurit Tamtama, Sarageni, Prawiro Anom, Jayeng Astro, Darapati, Joyo Suro, Baki, dan Panyutro, gamelan pusaka Keraton Kanoman yang dibersihkan dengan air yang diambil dari sumur Masjid Agung Keraton Kanoman, dan diurapi dengan bunga tujuh warna, digosok pula dengan serabut kelapa yang dilumuri tanah tak lain adalah realitas kultural dari pada agama (dengan sisi mistisnya). Inilah realitas semu yang oleh Baudrillard dikatakan sebagai simulasi—sebuah realitas abstrak yang terformulasikan dalam ritus, seakan nyata, namun semu; sebuah keselamatan, masa depan yang cerah, keamanan, ketentraman dan sebagainya bersembunyai dibalik semua itu dan diyakini akan hadir seiring berakhirnya ritual tersebut. Masyarakat kita tak lagi digelisahkan seandainya kesadaran beragama tidak tertanam dalam diri mereka. Masyarakat kita lebih hawatir kalau harus melewati moment maulid nabi (ritual Rebo Bontong di Lombok merupakan gambaran konkrit bagaimana anak-anak, remaja, dewasa, orang tua laki-laki-perempuan berduyun-duyun mengunjungi mata air, sungai, atau pantai untuk mandi, bahkan tak jarang terjadi perkelahian dalam prosesi ini, cemburu karena pacarnya diusilin cowok lain, hingga cuma karena persoalan kesenggol).

Alih-alih kemudian ritual maulid (dianggap) menjadi simbol umat Islam. Dari sinilah kita perlu curiga. Simbol menunjuk pada tanda. Sedang tanda difomulasikan sebagai mitos. Seringkali kita mengklaim bahwa ”sesuatu yang indah”, kedamaian, masa depan yang cerah, keamanan, ketentraman, kemakmuran, adalah berkorelasi dengan apa yang kita lakukan, akhirnya ritual kemudian dipahami sebagai pengikat, atau setidaknya, mampu mendatangkan semua itu.

Begitu absurd. Moralitas dan Gong Sekati, Gunungan Jaler dan Estri dan keselamatan, gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari, dan seterusnya; apa bedanya dengan menyembah berhala kemudian berharap berhala itu memberikan rezeki, keselamatan dan sebagainya? Tentu saja yang ada hanyalah catatan kultural dari pada kitab suci sebagai wahyu. Pada akhirnya, ritual tersebut menjadi sebuah mitos. Bergerak dari ritus agama menuju ritus kultural sekuler (duniawiah). Inilah titik lahirnya yang profan dan matinya yang sakral.


1 Tulisan ini merupakan sebuah Pengantar pada Diskusi yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol pada tanggal 29 Maret 2007 dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

2 Penulis adalah Penikmat Kajian Posmodernisme. Sampai saat ini masih tercatat sebagai Pengurus Demisioner Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember Komisariat FISIPOL UNEJ; selain itu penulis juga merupakan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Universitas Jember

Pola Tidur Nabi dan Manfaatnya Dalam Pemeliharaan Kesehatan

Jika kita meneladani pola tidur dan bangun Nabi saw., niscaya itu lebih baik bagi jasad kita, di dunia maupun di akhirat. 1. Ibnul Qoyyim berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur dan bangun beliau n, niscaya mengetahui bahwa tidur beliau tersebut paling proporsional dan paling ber-manfaat untuk badan, organ, dan kekuatan. Beliau tidur di awal malam, bangun di awal separoh kedua, berdiri lantas bersiwak dan berwudhu, serta melaksanakan sholat yang oleh Alloh diwajibkan bagi beliau.” 2. Salah satu pola tidur Nabi saw. adalah tidur bertumpu pada sisi badan sebelah kanan, supaya makanan bisa mengambil tempat di lambung dengan baik. Sebab, posisi lambung cenderung sedikit miring ke sebelah kiri. Kemudian, beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri, supaya dengan begitu proses pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung; jadi posisi permulaan dan posisi terakhir tidur bertumpu pada sisi kanan. Terlalu lama tidur bertumpu pada sisi kiri memba-hayakan jantung disebabkan oleh condongnya organ tubuh kepadanya, sehingga beberapa materi tumpah kepadanya. 3. Diriwayatkan dari ‘آisyah bahwa Nabi saw. apabila selesai melaksanakan sholat dua rokaat fajar -maksudnya sholat sunnat fajar-, beliau berbaring di atas sisi kanannya.288) 4. Posisi tidur yang sangat buruk adalah berbaring bertumpu pada punggung. Namun jika berbaring di atas punggung itu sekedar untuk istirahat, tanpa disertai tidur, tidak mengapa. 5. Posisi yang lebih buruk lagi adalah tidur dengan tengkurap. 6. Tidur di siang hari tidak baik, menimbulkan beberapa penya-kit bersifat basah (ruthûbiyah), merusak warna, menyebabkan gangguan limpa, mengendurkan saraf dan melemahkan syahwat, kecuali pada musim panas dan di pertengahan siang. Yang sangat buruk adalah tidur saat dini hari (pagi), dan yang lebih buruk lagi adalah tidur di sore hari, sesudah Ashar. 7. Suatu ketika, Ibnu ‘Abbâs melihat salah seorang anaknya tidur pagi, maka ia berkata kepada anaknya itu, “Apakah kamu tidur pada saat rezeki dibagikan?”289) 8. Tidur di terik matahari merangsang munculnya penyakit tersembunyi. Tidur dengan sebagian tubuh di bawah sinar matahari, sedangkan sebagian yang lain di tempat yang teduh, adalah buruk. Rosululloh saw. telah melarang seseorang duduk di suatu tempat antara terik matahari dan tempat yang teduh.290) 9. Rosululloh saw. bersabda : “Hendaklah kalian melaksanakan qiyâmul lail, karena qiyâmul lail adalah tradisi orang-orang sholih sebelum kalian, mengusir penyakit, dan mencegah dari dosa.”291) 10.Biasanya, bila beliau beranjak ke peraduan di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian berdoa : “Allôhumma bismika amûtu wa ahyâ (Ya Alloh, dengan nama-Mu aku mati dan hidup).” 11.Dan apabila bangun, beliau berdoa : “Alhamdulillâhi `l-ladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa ilaihi `n-nusyûr (Segala puji bagi Alloh, yang telah meng-hidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kembali).”292) Pola Bangun Nabi saw. Apabila ayam jantan berkokok, beliau mengucapkan tahmid, takbir, tahlil, dan memanjatkan doa kepada Alloh. Lalu beliau bersiwak. Kemudian beliau berwudhu, berdiri melaksanakan sholat, bermunajat di hadapan Robbnya dengan membaca Kalam-Nya, memuji-Nya, serta berharap dan takut kepada-Nya. Adakah pemeliharaan kesehatan hati, badan, ruh, kekuatan, dan kenikmatan dunia serta akhirat yang melebihi ini?!293) ____________________________________________________ 288) Shohîhu `l-Bukhôrî (1160). 289) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnul Qoyyim, hal. 239-246. 290) Shohîhu `l-Jâmi‘ (6840) dan As-Silsilatu `sh-Shohîhah (838). 291) Shohîhu `l-Jâmi‘ (4079). 292) Shohîhu `l-Bukhôrî, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albânî dalam Misykâtu `l-Mashôbîh (2382). 293) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnul Qoyyim hal. 239-246.

Resolusi DK PBB Hanya Efektif untuk Dunia Islam

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, setiap resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) hanya efektif berlaku bila diterapkan pada negara-negara berpenduduk sebagian besar Muslim atau dunia Islam.

"Sebaliknya, resolusi sekeras dan setegas apa pun tak akan mempan pada Israel," kata Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu.

Hasyim mengemukakan hal itu menyusul rencana DPR mengelar sidang paripurna yang akan meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait dukungannya terhadap Resolusi DK PBB nomer 1747 terkait program nuklir Iran.

Menurut Presiden World Conference on Religions for Peace itu, meski di resolusi itu disebutkan larangan program nuklir bukan hanya untuk Iran, namun tidak ada yang bisa menjamin Israel bakal tunduk. PBB, juga AS dan sekutunya, tentu juga akan diam.

Artinya, kata Hasyim, resolusi itu sangat jelas arahnya, menghukum Iran.

Indonesia, karena mendukung resolusi itu, turut pula menjatuhkan hukuman tersebut.

Ia mengingatkan pemerintah bahwa sidang yang bakal digelar pada Selasa, 5 Juni mendatang itu, seharusnya dijadikan titik tolak untuk mengukur atau menilai kembali perilaku nasionalisme bangsa Indonesia dalam dimensi nasional dan internasional.

"Untuk menghindari polarisasi, jangan lagi kita bicara agama, bicara kemanusian saja sudah akan banyak yang krusial, di samping posisi Indonesia sebagai negara bebas- aktif dan pelopor Gerakan Non-Blok," kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Ia mengaku tak habis pikir tentang perilaku sebuah pemerintahan yang secara sukarela mengizinkan negara asing memasuki daerah wilayah teritori pertahanan. Demikian pula dalam bidang ekonomi.

"Bagaimana Undang Undang Penanaman Modal Asing menjadikan asing sebagai pemilik, sementara pemilik Indonesia sebagai orang asing," katanya.(*)

Masa Depan Pasar Bersama Dunia Islam

Oleh Abdul Aziz Setiawan

Ide untuk membangun kesepakatan perdagangan bebas multilateral (free trade agreements) di kalangan negara Islam sudah lama diserukan. Ide ini juga mengemuka lagi dalam pertemuan World Islamic Economic Forum (WIEF/Forum Ekonomi Islam Dunia) yang digelar akhir tahun lalu, dimana Perdana Menteri Pakistan, Shaukat Aziz mengajak negara Islam untuk segera membentuk pasar bersama dan mengembangkan ekonomi umat. Kerja sama tersebut tentunya diharapkan akan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi sehingga nantinya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di Dunia Islam.

Kita bersyukur, negara-negara anggota OKI yang bertemu dalam WIEF tersebut akhirnya sepakat membentuk pasar bersama dan akan berusaha meningkatkan kerjasama ekonomi bagi Dunia Islam, terutama untuk mengurangi kemiskinan. Kesepakatan tersebut dicapai setelah tiga hari menggelar pertemuan di Petaling Jaya, Kuala Lumpur. Dalam deklarasi bersama tersebut, setiap pemerintahan negara Islam diminta memfasilitasi pertemuan perdagangan dan bisnis sebagai follow-up. Adapun rencana perdagangan bebas akan diwujudkan secara bertahap dimulai di tingkat sub-regional, regional hingga semua negara Islam menjalin perdagangan bebas. Investasi dan pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, telekomunikasi dan listrik di negara Islam juga disebut dalam deklarasi bersama tersebut. Juga, kerja sama untuk pendidikan dan pelatihan bagi pengusaha Muslim dan pengusaha Muslimah serta pengembangan bidang teknologi informasi.

Ini adalah deklarasi yang menggembirakan, meski untuk menuju kearah realisasi kerjasama yang ideal masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi yang kini juga menjabat sebagai ketua OKI, yang meminta upaya sungguh-sungguh perealisasian rencana kerja sama tersebut, �jangan hanya retorika saja. Kekhawatiran Badawi ini sangat beralasan, karena sampai saat ini negara Islam lebih suka menjalin kerja sama dengan bukan negara anggota OKI. Hal ini yang kemudian mengakibatkan performa kerjasama anggota OKI, terutama dalam bidang ekonomi menjadi buruk dan tidak menghasilkan output yang optimal untuk menghasilkan kesejahteraan bersama bagi Dunia Islam.

Potensi Melimpah dan Ironi

Umat Islam hari ini sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar jika mau bersatu. Dengan memiliki visi bersama dan semangat kerjasama yang tinggi diharapkan dunia Islam akan dapat menjadi kekuatan penyeimbang baru dalam percaturan ekonomi internasional, yang sekarang didominasi oleh AS, Uni Eropa, Jepang dan Cina. Umat Islam hari ini memiliki jumlah SDI sekitar 19 persen dari total penduduk dunia. Dari segi sumber daya alam, dunia Islam juga amat potensial, dimana Timur Tengah saja menguasai 66 persen cadangan minyak dunia, secara total dunia Islam menguasai 77 persen. Ini cukup untuk kebutuhan 75 tahun mendatang. Selain itu 90 persen cadangan hidro karbon dunia berada di Dunia Islam.

Sayangnya potensi yang besar ini tidak diikuti dengan kinerja ekonomi yang membaik. Dimana GDP negara Islam baru sekitar 8 persen atau 1,7 triliun dolar AS dibanding ekonomin global. Selain itu total perdagangan di negara Islam hanya 7-8 persen dari perdagangan internasional. Sementara, angka perdagangan bilateral hanya 13 persen dari total perdagangan negara Islam. Hal inilah kemudian yang juga menyebabkan berbagai persoalan ekonomi yang menjangkiti dunia Islam terutama kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan pendapatan. Kenyataan ini menunjukan fenomena ironis dan anomali yang menyimpang dari konsep pembangunan yang telah diletakan oleh pemikir ekonomi Islam terdahulu.

Sebagaimana sudah diingatkan oleh Ibnu Khaldun (w.808/1406) kekayaan sumberdaya yang melimpah cenderung memerangkap bangsa-bangsa untuk bergantung dan tidak produktif. Dalam pemikiran Ibnu Khaldun, bahwa kekayaan dan pembangunan sebuah bangsa tidak bisa hanya bergantung pada keberadaan tambang emas dan perak. (kekayaan sumberdaya). Kekayaan dan pembangunan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh aktivitas ekonomi yang mencakup keluasan jumlah dan pembagian tenaga kerja, luasnya pasar, kecukupan tunjangan dan fasilitas yang disediakan oleh negara, serta riset dan teknologi yang pada gilirannya tergantung pada investasi dari hasil tabungan atau surplus yang dihasilkan setelah memenuhi kebutuhan masyarakat. Semakin banyak aktivitas ekonomi yang dilakukan maka pendapatan negara akan semakin besar. Pendapatan yang besar akan memberikan kontribusi terhadap tingkattabungan yang lebih tinggi dan investasi yang lebih besar untuk riset dan teknologi dan dengan demikian akan ada kontribusi yang lebih besar di dalam pembangunan dan kesejahteraan sebuah bangsa.

Tantangan Menuju Pasar Bersama

Untuk membentuk pasar bersama dan meningkatkan kerjasama ekonomi bagi Dunia Islam ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kerjasama tersebut menjadi efektif dan memperkuat implementasinya.

Pertama, pembangunan kawasana dapat mulai dijalankan secara bertahap. Pembentukan kawasan bebas perdagangan bisa dirintis dari sub-sub regional seperti di Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara sehingga nanti akan memudahkan tahapan integrasi berikutnya. Hubungan perdagangan ini diharapkan saling menguntungkan dan mengoptimalkan keunggulan sumberdaya dan produksi masing-masing. Tentu saja keberpihakan sangat penting dalam mengutamakan produk dan jasa dari anggota pakta perdagangan ini. Surplus keuangan dan komoditas, harus dikelola secara profesional di kalangan negara Islam untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk segelintir elit penguasa dan pengusaha. Ibnu Khaldun telah pula mengingatkan tentang hal ini bahwa kekayaan tidak akan berkembang bila tabungan ditimbun dan ditumpuk oleh sekelompok elit masyarakat. Kekayaan akan tumbuh dan bertambah di saat kekayaan tersebut dihabiskan untuk kesejahteraan masyarakat, memenuhi hak-hak masyarakat, serta mengurangi penderitaan masyarakat.

Kedua, perdagangan dan investasi di dunia Islam membutuhkan keberpihakan aliran dana-dana Islam yang dimiliki investor muslim. Salah satu kenyataan hari ini menunjukan, dana-dana surplus milik investor muslim terutama dari negeri-negeri petro dolar yang besar hari ini belum mengalir ke Dunia Islam. Sebagai contoh bukti, konfirmasi negara terbanyak berinvestasi di Indonesia misalnya adalah Singapura senilai 509,4 miliar dollar AS, Perancis 224,3 miliar dollar AS, Korea Selatan (173,4 miliar dollar AS), Belanda (163,9 miliar dollar AS), Jepang (133,6 miliar dollar AS), Inggris (69,5 miliar dollar AS). Lalu dimana dana-dana Timur Tengah yang disimpan di bank Amerika yang telah ditarik keluar dari AS pasca peristiwa 9/11 lalu ? Dana yang ditarik investor Arab dari Amerika diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS (sekitar Rp 12.600 triliun). Ada khabar yang mengecewakan bahwa dana tersebut ternyata malah mengalir kewilayah Cina, Vietnam dan Korea sebagai pusat pertumbuhan ekonomi

baru.

Ketiga, untuk mendukung pasar bersama ini tentunya dibutuhkan mata uang bersama. Negara anggota OKI sudah saatnya menggunakan mata uang bersama dalam bentuk dinar emas. Ini seperti yang dilakukan negara-negara Eropa dengan Euro-nya. Seharusnya negara-negara OKI bisa mewujudkan hal itu, negara-negara Eropa yang ratusan tahun saling berperang saja bisa mewujudkan hal ini, apalagi dunia Islam yang banyak memiliki kesamaan. Tiap-tiap negara OKI bisa memiliki mata uang dinar sendiri, misal dinar Saudi, dinar Iran, dan dinar Indonesia yang nilainya sama dan berlaku di seluruh dunia. Dengan konversi dari ketergantungan dolar AS ke dinar emas akan mengurangi kebutuhan akan dolar AS sehingga bisa mengamankan nilai tukar mata uang negara-negara OKI. Selama ini salah satu penyebab keterpurukan ekonomi Dunia Islam juga diakibatkan melemahnya nilai tukar mata uang masing-masing terhadap dolar AS karena permintaan dolar yang makin tinggi. Dalam sistem ekonomi global ini, siapa yang bisa menguasai mata uang dialah yang akan menguasai ekonomi. Akhirnya penguasa ekonomi adalah juga penguasa dunia, inilah yang dilakukan Amerika saat ini dengan menjadikan dan menguasai dolar sebagai mata uang dunia.

Berikutnya, yang keempat dunia Islam perlu segera membangun sistem keuangan Islam yang terintegrasi. Baik perbankan, pasar modal dan institusi keuangan syariah lainnya. Kita membutuhkan penguatan pendanaan dan peran Islamic Development Bank (IDB), sebagai World Bank-nya Dunia Islam. Selain itu kita juga membutuhkan Dana Moneter Islam Internasional (semacam IMF), yang skema pembiayaanya bebas bunga. Dengan demikian integrasi sistem perekonomian akan semakin kokoh.

Selanjutnya yang kelima dan sangat mendesak, Dunia Islam harus mampu keluar dari perangkap konsep negara bangsa (nation state). Batas-batas nation state selama ini telah memisah-misahkan dunia Islam semakin jauh dari kerbersamaan dan medorong egoisme yang tinggi bagi kepentingan masing-masing negara. Selain itu kebanyakan negara-negara Islam juga masih menghadapi permasalahan konflik kepentingan masing-masing elit penguasa untuk menangguk keuntungan dan keberlanjutan kekuasaan di negara masing-masing. Sehingga mengakibatkan terlantarnya agenda-agenda pengingkatan pembangunan Dunia Islam dan peningkatan kesejahteraan umat secara keseluruhan. Apabila tantangan tersebut bisa dilalui, Insya Allah pasar bersama Dunia Islam akan lebih efektif dan membawa kemaslahatan bagi umat, dan lebih penting lagi tidak sekedar menjadi retorika. Wallahu a'lam bi al-shawab.